Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bakal Hadirkan Bus Medium di Rute Utama, Dishub Kota Mataram juga Wacanakan Revitalisasi Bemo Kuning

Sanchia Vaneka • Minggu, 26 Januari 2025 | 17:15 WIB

 

SUDAH TUA: Eksistensi bemo kuning sebagai transportasi publik di Kota Mataram semakin berkurang seiring tidak adanya peremajaan.
SUDAH TUA: Eksistensi bemo kuning sebagai transportasi publik di Kota Mataram semakin berkurang seiring tidak adanya peremajaan.
  

LombokPost-Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram berencana mengubah peran bemo kuning menjadi feeder atau angkutan pengumpan dalam upaya penerapan layanan transportasi publik. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram Zulkarwin.

“Bemo kuning dalam rencana kita, kita arahkan menjadi feeder,” tegas Zulkarwin.

Zulkarwin menjelaskan, bemo kuning akan berperan penting menghubungkan daerah-daerah yang kurang terjangkau oleh transportasi utama. Sebagai feeder, bemo kuning akan menjemput penumpang dari titik kumpul masyarakat, seperti perumahan, menuju halte utama.

“Karena tidak mungkin masyarakat langsung ke halte. Titik-titik kumpul masyarakat di perumahan itu nanti dilayani feeder,” terangnya.

Meski demikian, Zulkarwin mengakui adanya tantangan dalam transformasi bemo kuning menjadi feeder. Salah satunya adalah kondisi bemo kuning yang sudah cukup tua dan perlu peremajaan.

“Tetapi saat ini memang tak dipungkiri kondisi bemo kuning juga perlu untuk diuji karena kondisinya yang sudah tua. Belum lagi jika berbicara keamanan dan kenyamanan,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal ini, Zulkarwin menyebutkan pihaknya akan melakukan kajian lebih lanjut terkait pola pengelolaan bemo kuning ke depan. Beberapa opsi yang sedang dipertimbangkan adalah mengganti unit bemo kuning dengan yang baru atau melibatkan pihak ketiga untuk mengelola armada bemo kuning.

“Kan sekarang maunya yang ber-AC lah. Bagaimana polanya apakah mereka akan sebagai feeder operator atau mengganti unitnya atau disediakan oleh pihak ketiga, entah bagaimana besok,” tambahnya.

Rencana ini juga sejalan dengan keinginan Pemkot Mataram untuk memiliki layanan transportasi publik. Pemkot sebelumnya telah berkoordinasi dengan Pemprov NTB mengenai penggunaan bus ukuran medium yang sesuai dengan kelas jalan di Kota Mataram. Zulkarwin menilai, bus medium dapat lebih fleksibel melayani rute di kota.

“Kan nanti kalau yang besar bisa menimbulkan kemacetan,” ucapnya.

Pemkot Mataram berencana melakukan uji coba layanan transportasi publik ini secara bertahap, dengan melibatkan Pemerintah Provinsi NTB melalui skema sharing cost. Pada tahap awal, layanan ini akan diberikan gratis kepada masyarakat sebagai stimulan untuk beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

“Supaya mereka juga tertarik untuk menggunakan angkutan umum,” ujar Zulkarwin.

Zulkarwin berharap dengan transformasi bemo kuning menjadi feeder dan kehadiran bus medium pada rute utama, kualitas layanan transportasi publik di Kota Mataram akan meningkat. Hal ini juga diharapkan dapat mengatasi masalah yang ada sebelumnya, seperti meredupnya eksistensi bemo kuning.

“Ke depannya, dengan kehadiran transportasi publik, dapat mengatasi masalah-masalah yang ada sebelumnya, seperti mulai meredupnya eksistensi bemo kuning,” tandasnya. (chi/r7)

Editor : Rury Anjas Andita
#bemo #Penerapan #Kuning #transportasi #publik #halte #Mataram #layanan #pemkot #peremajaan