Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tidak Boleh Asal Ikut Tren, Transportasi Publik Jangan Layu Sebelum Berkembang!

Sanchia Vaneka • Rabu, 29 Januari 2025 | 06:30 WIB

 

BUTUH REVITALISASI: Bemo kuning, satu satunya angkutan Kota di Mataram, melintas di jalanan Kota Mataram.
BUTUH REVITALISASI: Bemo kuning, satu satunya angkutan Kota di Mataram, melintas di jalanan Kota Mataram.
 

LombokPost-Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram untuk mengembangkan pelayanan transportasi publik mendapatkan dukungan dari Komisi III DPRD Kota Mataram. Rencana ini diharapkan dapat mengatasi masalah klasik, seperti kemacetan.

“Ya bagus itu,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram Abd Rachman.

Namun, di balik antusiasme yang tinggi, sejumlah pertanyaan strategis perlu dijawab. Rachman menekankan pentingnya perencanaan yang matang. Menurutnya, jika hanya mengubah kendaraan dari berbahan bakar bensin menjadi listrik, hal itu tidak akan cukup untuk mengatasi kemacetan di Kota Mataram. Ia berpendapat, peralihan ini hanya mengubah komponen kendaraan, bukan sistem transportasi secara keseluruhan.

“Kan itu sama saja jadinya. Hanya mengubah bahan bakar mesin saja,” terangnya.

Rachman mengingatkan bahwa meski mobil listrik lebih ramah lingkungan, kendaraan ini tetaplah bagian dari sistem transportasi yang dapat memperburuk kemacetan jika tidak dikelola dengan baik. Ia menekankan perlunya kajian mendalam sebelum keputusan diambil.

“Dengan luas kota yang terbatas, kita perlu memilih jenis transportasi publik yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rachman berharap inovasi ini tidak mengalami nasib yang sama dengan proyek transportasi umum sebelumnya yang terhenti di tengah jalan. Ia mengingatkan Pemkot Mataram untuk belajar dari pengalaman masa lalu dan memastikan transportasi publik memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat, mulai dari minat publik, kebersihan, hingga efisiensi waktu.

“Selama ini transportasi publik kita masih belum maksimal lah,” ucapnya.

Menurut Rachman, inovasi transportasi tidak boleh hanya sekadar mengikuti tren. Pemkot Mataram perlu melakukan kajian strategis yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), untuk memastikan setiap rencana telah diuji secara ilmiah.

“Perencanaan yang matang akan menjamin keberhasilan langkah ini, tanpa menciptakan masalah baru di kemudian hari,” tutupnya. (chi/r7)

Editor : Rury Anjas Andita
#komisi #publik #DPRD #Proyek #Perencanaan #Tranportasi #Mataram #strategis #Kajian