LombokPost-Wali Kota Mataram Mohan Roliskana mengonfirmasi penundaan pelantikan serentak kepala daerah yang semula dijadwalkan di Istana Negara pada 6 Februari.
”Iya, tadi saya diinformasikan protokol ada penundaan. Kita masih menunggu resminya," kata Mohan.
Meski begitu, pihaknya masih menunggu surat edaran resmi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ia juga belum mengetahui jadwal pasti pelantikan.
“Akan ada perubahan, tapi saya belum tahu pasti," lanjutnya.
Mohan menegaskan penundaan ini bukan masalah. Pihaknya tetap mengikuti keputusan pemerintah dengan mempertimbangkan aspek waktu, teknis, dan regulasi.
"Kami patuh terhadap keputusan pemerintah, kami ikut saja. Kan kami dalam posisi dilantik," ujarnya.
Ia berharap kepastian segera diberikan agar bisa mempersiapkan agenda berikutnya. Secara pribadi, dilantik langsung oleh Presiden merupakan kehormatan sekaligus sejarah dalam kariernya di pemerintahan.
“Ini kali ketiga saya dilantik, dan menjadi kehormatan tersendiri bisa dilantik langsung oleh Bapak Presiden,” tambahnya.
Jumlah kepala daerah yang akan dilantik kemungkinan bertambah, mengingat masih ada proses putusan dismissal di Mahkamah Konstitusi pada 4-5 Februari.
“Saya juga belum tahu apakah ini akan serentak atau tidak,” ucapnya.
Sebelumnya, pelantikan gubernur, wali kota, dan bupati dijadwalkan di Istana Negara pada 6 Februari. Para kepala daerah terpilih seharusnya menjalani tes kesehatan pada 3 Februari. Namun, dengan adanya penundaan ini, mereka harus menunggu kepastian lebih lanjut dari Kemendagri.
“Makanya kami berangkat lebih awal. Termasuk untuk kegiatan pra-pelantikan seperti gladi dan lainnya, kami sudah siap,” tandasnya. (chi/r7)
Editor : Redaksi Lombok Post