LombokPost-Di tengah kelangkaan gas LPG 3 kilogram (kg) yang melanda sejumlah daerah, Pemkot Mataram memastikan ketersediaan stok masih terjamin. Peredaran gas bersubsidi itu, masih tersedia di tingkat agen, pangkalan, hingga pengecer.
Kepala Bidang (Kabid) Bahan Pokok dan Penting (Bapokting), Dinas Perdagangan Kota Mataram Sri Wahyunida mengatakan, saat kebijakan distribusi LPG 3 kg diberlakukan ke masyarakat, hal pertama yang dilakukan adalah mengecek stok. “Aman terkendali,” tekannya, Minggu (9/2).
Survei ketersediaan LPG ini dilakukan berjenjang, mulai dari agen hingga pangkalan. “Tim gabungan dari Pertamina, Hiswana Migas, bagian ekonomi, dan dinas perdagangan turun langsung melakukan peninjauan,” terangnya.
Di tingkat agen, Disdag mendapat laporan distribusi gas LPG normal. Ini terlihat dari lancarnya distribusi ke pangkalan. “Tetap (seperti biasa) seminggu tiga kali,” terangnya.
Begitu juga dengan stok kuota tabung LPG 3 kg di 330 pangkalan. Hal ini menggambarkan pendistribusian tetap merata di Kota Mataram. ”Dari sisi harga juga normal, di Rp 18 ribuan,” ucapnya.
Seluruh indikator tersebut, kata Nida, menggambarkan tidak ada persoalan pada ketersediaan stok LPG di Kota Mataram. Meski di sejumlah daerah dilaporkan warganya kesulitan mendapatkan tabung gas bersubsidi.
“Kami juga mendapati, tidak ada panic buying, kami tanya apakah ada warga yang tadinya biasa beli 1 tabung tiba-tiba jadi beli 2 tabung, yang beli 2 tabung jadi 3 tabung, ternyata tidak ada,” terangnya.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan Pertamina terkait ketentuan penjualan LPG 3 kg. Sebelumnya ada larangan menjual gas LPG 3 kg oleh pengecer, namun direvisi menjadi menjadi boleh, dengan ketentuan 10 persen dari stok di pangkalan.
”Katanya (dari Pertamina) dibolehkan lagi penjualan dilakukan oleh pengecer, sembari saat ini disiapkan regulasi untuk menjadikan pengecer menjadi sub pangkalan,” paparnya.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kuota, distribusi, dan harga di pangkalan masih aman. “Situasinya juga aman terkendali,” tekannya lagi.
Sementara itu, sejumlah pengguna LPG 3 kg melaporkan kenaikan harga. Rahmat penjual gorengan di jalan Gajah Mada, Kota Mataram mendapatkan tabung gas LPG 3 kg di pengecer di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“(Harga) Rp 22.000,” tuturnya.
Sedangkan warga lain, Neli yang tinggal di kawasan Pagesangan mendapatkan harga yang lebih murah, meskipun masih di atas harga HET. “(Harga) Rp 20.000,” terangnya. (zad/r7)
Editor : Redaksi Lombok Post