LombokPost-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang berpotensi melanda Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 10-13 Februari 2025. Kepala Stasiun Meteorologi ZAM, Satria Topan Primadi, mengatakan, Kota Mataram berisiko dilanda hujan sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang.
"Hasil analisis dinamika atmosfer, didukung fenomena La Nina yang masih aktif, menunjukkan potensi peningkatan awan Cumulonimbus di Kota Mataram," kata Satria.
BMKG merekomendasikan Pemkot Mataram dan pihak terkait mengambil langkah antisipasi. Termasuk memastikan kapasitas infrastruktur dan sumber daya air siap menghadapi peningkatan curah hujan, menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, serta menghindari pemotongan lereng dan penebangan pohon tanpa kontrol. BMKG juga menyarankan pemangkasan dahan pohon yang rapuh dan memperkuat tiang agar tidak roboh tertiup angin.
"Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana diimbau untuk selalu waspada, terutama saat hujan lebat," tambahnya.
Terpisah, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Irwan Rahadi mengatakan, pihaknya telah memetakan tiga titik rawan bencana akibat cuaca ekstrem sejak awal Februari. Titik rawan tersebut meliputi Jalur Pejanggik, Jalur Lingkar Selatan yang berisiko tinggi terhadap pohon tumbang dan angin puting beliung, serta wilayah pesisir yang berpotensi mengalami banjir rob.
"BPBD telah menerjunkan tim untuk memantau lokasi-lokasi tersebut guna mengantisipasi dampak lebih lanjut," katanya.
Sebelumnya, hujan deras dan angin kencang menyebabkan kerusakan. Tercatat tiga rumah rusak ringan akibat angin, dua di Kelurahan Babakan, dan satu berugak tertimpa pohon tumbang di Pejeruk.
"Itu yang sudah masuk laporan dan sudah tertangani," ujar Irwan.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD terus memantau prakiraan cuaca dan menyiagakan Tim Mataram Siaga yang terdiri dari BPBD, Dinas PUPR, DLH, Dinas Perkim, dan Satpol PP.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem. BPBD juga mengingatkan warga untuk menghindari perjalanan saat cuaca buruk.
"Sebaiknya masyarakat menahan diri untuk tidak bepergian saat cuaca buruk. Namun, jika harus keluar, pastikan membawa perlengkapan seperti jas hujan dan menghindari berteduh di bawah pohon," imbaunya. (chi/r7)
Editor : Redaksi Lombok Post