Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

TPAR Kebon Kongok Ditutup Sementara Akibat Banjir, DLH Kota Mataram Alihkan Pembuangan Sampah ke TPST Sandubaya

nur cahaya • Kamis, 13 Februari 2025 | 20:45 WIB

MENUMPUK LAGI: TPST Sandubaya yang difungsikan sebagai lokasi pembuangan sampah sementara selama TPA Regional Kebon Kongoq ditutup, Rabu (12/2).
MENUMPUK LAGI: TPST Sandubaya yang difungsikan sebagai lokasi pembuangan sampah sementara selama TPA Regional Kebon Kongoq ditutup, Rabu (12/2).
 

 

LombokPost-Tempat Pembuangan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongok ditutup sementara. Akibatnya, pengangkutan sampah Kota Mataram dialihkan ke TPST Sandubaya.

”Saat truk sampah lewat, air yang menggenangi jalan masuk ke rumah warga yang di pinggir jalan. Jadi penutupan sementara dilakukan oleh masyarakat,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi, Selasa (12/2).

Atas penutupan sementara oleh warga itu, pihaknya menahan sementara waktu sampah di Kota Mataram. “Kita memahami kesulitan yang dihadapi warga karena banjir, jadi untuk sementara sampah tidak kita buang ke TPA Kebon Kongoq,” ucapnya.

Penutupan berlangsung dalam waktu dua hari ke depan. Namun dinas LH mengantisipasi jangka waktu yang lebih panjang dari yang direncanakan. “Kalau banjirnya sudah mulai surut atau jalan tidak tergenang, pasti dibuka lagi,” ucapnya.

Sementara itu, LH menampung sementara sampah-sampah perkotaan di TPST Sandubaya. “Bukan yang di TPST Modern ya, tapi TPST yang sempat kita tutup dulu, kemudian kita fungsikan lagi,” jelasnya.

Denny mengatakan, kapasitas daya tampung TPST itu cukup besar. Sampah yang dapat ditampung sementara di lokasi tersebut, bisa menampung produksi sampah kota untuk seminggu ke depan.

“Kalau sehari rata-rata 200 ton produksi sampah, daya tampung TPST itu mencapai 1.600-2.000 ton, jadi cukup untuk waktu 8 hari ke depan,” paparnya.

Denny berharap, kondisi cuaca membaik dan air yang menggenangi jalan ke TPA Regional Kebon Kongoq surut dan mengering. Ia memastikan, dampak dari penutupan tidak sampai mempengaruhi pelayanan terhadap warga.

“Pelayanan tetap seperti biasa, tidak ada masalah,” pungkasnya.

Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Mataram, Vidi Yuris Gamanjaya, menyebutkan, sampah rumah tangga masih terkendali. Nnamun sampah dari pekerjaan umum (PU), seperti lumpur, pasir, sampah plastik penyumbat drainase, serta puing bangunan dan material perbaikan jalan meningkat.

“Kalau sampah drainase itu milik PUPR,” sebut Vidi.

Kendala pengangkutan terjadi akibat jalan licin dan terjal akibat hujan. Meski begitu, DLH memastikan pengangkutan sampah tetap berjalan sesuai prosedur.

Terpisah, Kepala TPAR Kebon Kongok Radyus Ramli mengatakan, penutupan TPA disebabkan cuaca buruk yang menyebabkan genangan dan banjir di Desa Suka Makmur, Lombok Barat (Lobar), sekitar TPAR. Genangan air akibat truk sampah menyebabkan air meluap ke rumah warga sekitar.

Radyus mengonfirmasi, penutupan ini bersifat sementara hingga cuaca membaik. “Kami terpaksa menutup TPA karena gelombang yang ditimbulkan truk sampah memperparah kondisi banjir di sekitar sini,” ujarnya.

Radyus juga memastikan bahwa sebelum banjir, TPA Kebon Kongok beroperasi normal tanpa ada kendala dalam menerima sampah dari Mataram. Ia menambahkan, tidak ada longsor dari gunungan sampah atau kerusakan alat di TPA Kebon Kongok.

“Penutupan TPA ini sementara dan akan berlangsung hingga kondisi banjir membaik dan masyarakat mengizinkan truk sampah masuk,” jelasnya. (chi/zad/r7)

Editor : Rury Anjas Andita
#sampah #Pelayanan #produksi #Sandubaya #tpst #direncanakan #Mataram #kebon kongok