LombokPost-Dua pawai besar berpotensi berbarengan. Kedua pawai itu dalam rangka menyambut hari raya dua agama: Idul Fitri untuk umat Islam dan Nyepi untuk umat Hindu.
Potensi beririsan dua massa besar dalam pawai takbiran dan ogoh-ogoh inilah yang diantisipasi pemkot dengan menggelar rapat koordinasi.
Rapat itu mengundang aparat dari kepolisian dan TNI.
"Ada momen bersamaan yang nanti patut kita cermati, yakni kemungkinan akan berada pada waktu yang beririsan antara pelaksanaan Pawai Takbiran dengan Pawai Ogoh-ogoh," kata Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang.
Aweng, sapaan bekennya, menambahkan tidak hanya pada malam pawai, tapi dua hari besar kedua agama yakni Idul Fitri dan Nyepi kemungkinan pula beririsan.
Maka pemkot menegaskan agar kedua pihak berada pada posisi dan semangat yang sama sebagai warga ibu kota.
"Kita berada dalam kesepahaman yang sama, Mataram semakin harum, ya, harmoni, aman, ramah, unggul, dan mandiri, komitmen kita untuk menciptakannya bersama," tekannya.
Dalam rapat koordinasi itu, telah disepakati sinergi dalam menciptakan suasana yang aman, tertib, dan terkendali.
"Sudah menjadi kesepakatan, ini akan jadi tanggung jawab teman-teman kepolisian, TNI, dan pemkot," tekannya.
Ia kemudian mengimbau masyarakat juga terlibat dalam mendukung keamanan dua pawai nantinya.
Sembari itu menekankan keterbukaan daerah pada warga yang berasal dari luar daerah yang ingin meramaikan pawai tersebut.
"(Kami) welcome terhadap kedatangan siapa pun," tegasnya.
Namun, kepentingannya ditekankan harus bernuansa positif. Baik itu dalam rangka untuk berinteraksi ataupun kepentingan usaha.
Dalam memastikan kamtibmas nantinya, telah disepakati dalam rapat itu leading sector langsung akan dipimpin dan dikoordinasikan oleh Polresta Mataram.
"Didukung penuh oleh TNI dengan keterlibatan Garnisun Mataram," ucapnya.
Sementara itu, pemkot juga akan mengerahkan satgas di bawah Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Lingkungan Hidup. Langkah lainnya, posko presisi terpadu di Jalan Udayana juga akan diaktifkan.
"Supaya kita bisa mendeteksi dini, mengantisipasi, dan meminimalkan kondisi-kondisi yang tidak kita inginkan," ucapnya.
Aweng mengatakan, penting upaya untuk mewujudkan keamanan dan kenyamanan dalam beribadah.
"Sehingga umat Muslim bisa melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan umat Hindu dapat di ujung Ramadan bisa melaksanakan prosesi ibadah," harapnya.
Antisipasi Kriminal Jalanan
Sementara itu, sejumlah potensi gangguan kamtibmas telah dipetakan. Salah satu yang belakangan meresahkan warga yakni adanya aksi kriminal jalanan.
Untuk itu, pemkot berencana mengeluarkan surat edaran terkait jam malam. Di samping itu, Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) akan dilaksanakan bersama kepolisian dan TNI.
"Yang dilakukan secara terjadwal, maupun nanti sporadis," ucapnya.
Hal itu ditekankan sebagai upaya meminimalisir terjadinya gangguan kamtibmas, termasuk aksi kriminal jalanan. "Jadwalnya akan disesuaikan, sesuai kebutuhan," tekannya.
Begitu juga dengan jumlah personel yang akan diterjunkan.
"Dalam rapat ini, kami memutuskan akan patroli 24 jam," tegasnya.
Sementara itu, Kapolresta Mataram yang diwakili oleh Kompol Arifudin menegaskan kembali tidak ada gengster atau geng motor seperti yang dinarasikan belakangan ini.
Beberapa aksi kriminal jalanan yang meresahkan masyarakat ditegaskan sedang ditangani secara hukum.
"Kasus tersebut sudah diterima laporannya dan sedang dilaksanakan penyelidikan," tegasnya.
Aksi kriminal yang muncul ditegaskan dilakukan oleh sejumlah oknum.
Ia menekankan Polresta Mataram selaku aparat terus melakukan upaya preventif untuk mencegah tindakan kriminal.
"Bahkan penindakan pelaku-pelaku kejahatan," tekannya.
Untuk kasus yang sempat heboh tentang aksi kriminal bermotor, Arif menekankan saat ini kasus itu sedang ditangani dengan serius.
"Jajaran kami dari intelijen sudah melaksanakan deteksi-deteksi terhadap para pelaku," pungkasnya. (zad/r7)
Editor : Kimda Farida