Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dewan Soroti Kenakalan Remaja, Nyayu: Anak-anak Harus Dilindungi!

Lalu Mohammad Zaenudin • Selasa, 25 Februari 2025 | 14:09 WIB

 

Nyayu Ernawati
Nyayu Ernawati

LombokPost--Anggota DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati, menanggapi berbagai permasalahan yang disampaikan Dewan Anak Mataram (DAM), khususnya terkait dugaan kasus pelecehan seksual di sekolah.

Menurutnya, isu ini harus ditindaklanjuti dengan serius.

“Kita menerima banyak masukan dari Dewan Anak, tapi saya tidak bisa menindaklanjuti langsung karena SMA di bawah wewenang provinsi. Makanya adik-adik kami fasilitasi bertemu anggota dewan provinsi,” ujar Nyayu Ernawati, Selasa (25/2).

Kasus Pelecehan dan Kenakalan Remaja

Terkait kasus pelecehan seksual oleh guru, Nyayu menyebut bahwa Lembaga Perlindungan Anak (LPA) telah turun langsung untuk menindaklanjuti laporan dari siswa.

“Ini sudah ditindaklanjuti langsung oleh LPA,” ungkapnya.

Ia juga mengungkap adanya fenomena kenakalan remaja di sekolah.

Hal tersebut ditekankan harus segera dilakukan langkah antisipasi mencegah semakin banyak kasus yang muncul.

Selain itu, perilaku penyimpangan seksual di kalangan remaja juga semakin marak.

Muncul kasus anak-anak yang terlibat dalam hubungan sesama jenis yang merisaukan banyak pihak.

“Ini yang perlu kita perhatikan agar anak-anak kita tidak semakin terpengaruh perilaku negatif,” tekannya.

Nyayu juga menyoroti peran media sosial dan internet dalam memengaruhi perilaku remaja.

“Banyak anak yang terpapar konten-konten negatif dari internet,” sorotnya.

Komitmen untuk Perlindungan Anak

Meskipun banyak isu sensitif yang berkembang, Nyayu menegaskan bahwa yang terpenting melindungi anak-anak agar tidak semakin terjerumus dalam perilaku negatif.

“Kita tidak boleh membiarkan anak-anak ini semakin terjerumus. Saya bersama LPA dan KPA (Komisi Perlindungan Anak) akan terus turun ke sekolah-sekolah untuk memastikan mereka mendapatkan perlindungan dan edukasi yang tepat,” tegas politisi PDI Perjuangan ini.

Ia mendorong agar masyarakat dan pihak sekolah berani melaporkan agar ada solusi.

“Jangan menganggap persoalan ini tidak ada. Jika dibiarkan, maka anak-anak lain akan ikut-ikutan dan makin terjerumus,” tegasnya.

Fasilitas Sekolah Tidak Memadai

Selain pelecehan seksual, Nyayu menyoroti kondisi fasilitas sekolah yang masih minim. Salah satu yang menjadi perhatian adalah toilet di SMA 4 Mataram yang disebut tidak layak. “Toiletnya di belakang dan kondisinya tidak memadai, padahal di SMA 4 itu siswanya mayoritas perempuan,” katanya.

Hal ini telah memicu persoalan sendiri yang harus segera dicarikan solusinya. “Ini membuat mereka (siswi, Red) bingung bagaimana harus menggunakan fasilitas yang ada,” katanya.

Selain itu, ada juga permasalahan lapangan basket yang sudah tidak layak di beberapa sekolah, serta berbagai sarana lain yang kurang mendukung proses belajar mengajar. Nyayu memastikan permasalahan ini sudah disampaikan kepada anggota DPRD Provinsi NTB dari Dapil Kota Mataram yakni Made Slamet, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram.

“Pak ketua siap untuk memperhatikan ini, dan nanti insya Allah bakal dibantu lewat pokir (pokok pikiran), beliau akan mendukung dunia pendidikan tekannya,” tambahnya. (zad)

 

Editor : Kimda Farida
#seksual #Dewan #Sekolah #Anak #perhatian