LombokPost-Kota Mataram selangkah lebih dekat memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) modern di Kebon Talo. Namun,
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi mengungkapkan, pihaknya masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat terkait proyek ini.
"Saat ini kami masih menunggu informasi dari pusat, prosesnya sejauh mana," ujar Nizar.
DLH Kota Mataram telah mengajukan anggaran Rp 100 miliar untuk pembangunan TPST.
Namun, belum ada kepastian berapa dana yang akan dikucurkan.
TPST Kebon Talo, yang berlokasi di samping Pasar Ikan Subuh, direncanakan diperluas hingga mencakup lahan pasar tersebut.
Dengan luas lahan mencapai 80 are, pasar ikan itu harus direlokasi.
"Nanti kalau sudah fix TPST Kebon Talo dibangun, Pasar Ikan itu harus direlokasi," tegas Nizar.
Meski relokasi pasar menjadi tantangan, Nizar memastikan lokasi TPST di pinggir Jalan Ampenan tidak akan mengganggu estetika perbatasan Kota Mataram dengan Lombok Barat.
Pasalnya, TPST akan dibangun lebih ke dalam, dengan akses masuk melalui area pasar ikan yang akan direlokasi.
"Kita kan agak masuk. Nanti akses masuknya di pasar ikan itu," jelasnya.
Pembangunan TPST Kebon Talo diharapkan menjadi solusi permasalahan sampah di Kota Mataram.
Namun, selain menunggu kepastian dari pusat, pemerintah kota juga harus menyiapkan relokasi Pasar Ikan Subuh yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram Irwan Harimansyah mengungkapkan, hingga kini belum ada kepastian mengenai relokasi pedagang ikan.
“Kita diminta untuk segera pindah karena DLH mau bangun TPST itu, tapi bagaimana mau pindah. Pedagang tidak mau pindah kalau belum ada tempatnya,” tandasnya. (chi/r7)
Editor : Kimda Farida