LombokPost-Bulan suci Ramadan sebentar lagi tiba. Namun, di balik semarak ibadah, terdapat potensi kerawanan sosial yang menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram. Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman menginstruksikan seluruh camat dan lurah untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempererat koordinasi demi menjaga ketertiban dan kekhusyukan Ramadan.
"Supaya masyarakat bisa aman, nyaman, serta tenang dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan," tegas Mujiburrahman.
Instruksi ini bukan tanpa alasan. Pemkot Mataram menyadari bahwa bulan Ramadan sering dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan meresahkan. Karena itu, pengawasan ketat terhadap tempat-tempat rawan masalah sosial, seperti kos-kosan tanpa induk semang, menjadi prioritas utama.
Selain pengawasan kos-kosan, Pemkot Mataram mengimbau setiap kelurahan memasang spanduk "Marhaban Ya Ramadan" guna menciptakan nuansa islami. Daerah rawan insiden seperti balap liar, perang sarung, dan panco juga diminta meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan.
Langkah-langkah preventif ini diharapkan dapat menciptakan Ramadan yang aman, nyaman, dan khusyuk bagi seluruh masyarakat Kota Mataram. Pemkot Mataram berkomitmen menjaga kesucian bulan Ramadan dari segala bentuk gangguan.
Terpisah, Lurah Tanjung Karang Gunawan mengungkapkan kekhawatiran serupa. Di wilayahnya, terdapat sekitar 60 kos-kosan yang berpotensi menjadi sarang masalah sosial. Bahkan, kasus pembuangan bayi pernah terjadi di lingkungan Batu Dawe, kawasan padat kos-kosan.
"Ini bukti betapa rawannya kos-kosan yang tidak diawasi dengan baik," ujar Gunawan.
Pemkot Mataram tidak main-main dalam menindak pelanggaran. Gunawan menegaskan, tindakan tegas, termasuk penutupan kos-kosan yang melanggar aturan, akan dilakukan tanpa ragu.
"Kos-kosan tanpa induk semang rentan menjadi tempat peredaran narkoba dan kriminalitas lainnya. Kami akan bertindak tegas untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan," tandasnya. (chi/r7)
Editor : Redaksi Lombok Post