LombokPost-Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program prioritas nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG). Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menegaskan, pihaknya siap mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dapur umum sebagai bagian dari program tersebut.
Bahkan, Pemkot Mataram telah mengantisipasi kebutuhan anggaran dengan membekukan dana sebesar Rp 20 miliar yang berpotensi dialihkan untuk mendukung program MBG. "Sehingga kita hold dulu beberapa kegiatan untuk mensupport anggaran tersebut," kata Mohan.
Pemkot Mataram telah melakukan refocusing anggaran sejak awal untuk memastikan ketersediaan dana bagi program MBG. Selain itu, anggaran juga telah diblokir sesuai instruksi efisiensi dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2025. Anggaran yang diblokir ini belum dapat digunakan hingga ada kejelasan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
“Sudah saya warning dari awal, refocusing itu pasti ada. Untuk mengafirmasi kegiatan ini,” tambahnya.
Berdasarkan informasi yang beredar, pembangunan dapur MBG diperkirakan membutuhkan Rp 1 miliar hingga Rp 1,5 miliar. Untuk memastikan ketersediaan anggaran, Mohan menyatakan pihaknya akan mengupayakan pendanaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni maupun APBD Perubahan.
“Ya, kita akan lakukan itu. Misalnya, kami diminta membuat dapur umum, kami siap," terangnya.
Mohan menilai program MBG sebagai inisiatif yang sangat baik dan perlu mendapat dukungan penuh. Pemkot Mataram saat ini masih menunggu Standar Operasional Prosedur (SOP) dan protokol teknis terkait pembangunan dapur umum.
"Program ini adalah kegiatan bagus yang perlu didukung. Tinggal menunggu SOP dan protokol terkait dengan pembangunan dapur," jelasnya.
Terkait lokasi pembangunan dapur umum, Mohan menyebutkan, hal tersebut masih dalam pembahasan dengan pihak terkait. Aspek teknis pembangunan juga akan dikaji lebih lanjut guna memastikan efektivitas dan efisiensi program MBG di Kota Mataram.
Sementara itu, Pejabat Sementara (Pjs) Perwira Seksi Teritorial Komando Distrik Militer 1606/Mataram Kapten Infanteri Jamuhur menyebutkan, di Kota Mataram terdapat sekitar 101 ribu orang yang menjadi sasaran program MBG. Setiap dapur umum diperkirakan mampu melayani 3.000 hingga 3.500 orang, sehingga secara keseluruhan Kota Mataram membutuhkan sekitar 30 dapur umum.
“Tapi itu kan bertahap, tumbuh satu jalan, jalan lagi yang lain,” tandasnya. (chi/r7)
Editor : Rury Anjas Andita