Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Anak SD yang Kedapatan Bawa Sajam di Mataram Dibina di Sekolah

nur cahaya • Selasa, 11 Maret 2025 | 10:01 WIB

 

DINASEHATI: Dua anak yang kedapatan bawa sajam saat tim dari Kecamatan Ampenan melakukan penertiban dibina di sekolah, Senin (10/3).
DINASEHATI: Dua anak yang kedapatan bawa sajam saat tim dari Kecamatan Ampenan melakukan penertiban dibina di sekolah, Senin (10/3).
 

LombokPost-Anak di bawah umur yang membawa senjata tajam saat hendak mengikuti aktivitas ilegal seperti judi panco, balap lari, dan judi bola menjadi sorotan. Sebelumnya, belasan anak berhasil diamankan tim gabungan di Kecamatan Ampenan.

Camat Ampenan Muzakir Walad mengatakan, anak-anak itu telah dikembalikan ke orang tua masing-masing dan kembali bersekolah. “Kami telah menemui Kepsek SDN 16 Ampenan,” terangnya, Senin (10/3).

Sementara itu, orang tua anak yang membawa celurit akan disurati. “Kami akan bersurat kepada wali anak tersebut dan bersama-sama melakukan pembinaan,” ujarnya.

 Baca Juga: Transaksi Khazanah Ramadan di Islamic Center Ditarget Rp 4 Miliar

Pembinaan ini bertujuan mencegah anak-anak terjerumus lebih jauh dalam perilaku menyimpang. Pihak kecamatan akan melibatkan sekolah, orang tua, serta aparat keamanan dalam memberikan edukasi di wilayahnya.

Selain kasus di SDN 16 Ampenan, dua siswa SMPN 10 Mataram juga menjalani pembinaan. Mereka mendapat pendampingan dalam kegiatan keagamaan atau pembinaan Iman dan Takwa (Imtaq) setelah terjaring penertiban pada Minggu (9/3) dini hari.

“Dua orang lagi sedang pembinaan Imtaq,” kata Muzakir.

Pembinaan ini merupakan upaya mencegah kenakalan remaja yang semakin marak. Para siswa diberikan pemahaman agama, moral, serta etika sosial agar memahami dampak buruk pergaulan bebas dan tindakan melanggar hukum.

Kasus ini menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap anak-anak di luar sekolah. Muzakir menegaskan, pengawasan ketat sangat penting karena mereka adalah generasi emas Kota Mataram yang harus diarahkan ke jalan yang benar.

“Tanggung jawab kita, meton (saudara), mereka ini generasi emas Kota Mataram. Tapi karena kelewat pergaulan dan lemahnya kontrol orang tua, mereka bisa terjerumus dalam tindakan berbahaya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan, perkembangan teknologi dan pergaulan bebas menjadi tantangan dalam mendidik anak-anak saat ini. Karena itu, orang tua diharapkan lebih aktif membimbing dan mengawasi anak-anak, terutama di luar lingkungan sekolah.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram Zia Urrahman menilai, kasus ini harus menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih serius menangani kenakalan remaja.

“Kami mendorong sekolah, pemerintah, dan aparat penegak hukum lebih aktif mengawasi anak-anak. Jangan sampai kita kehilangan generasi muda hanya karena kurangnya perhatian dan pengawasan,” katanya.

 Baca Juga: Program Pertanian Organik Tingkatkan Hasil Panen Petani Lokal

Politisi PPP ini menambahkan, selain pembinaan, perlu ada langkah pencegahan konkret, seperti peningkatan program pendidikan karakter di sekolah. “Harus ada sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membimbing anak-anak,” tegasnya. (zad/r7)

Editor : Jelo Sangaji
#senjata tajam #Panco #Sekolah #orang tua #Anak #judi #etika #Ampenan #sosial