Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

MXGP "Diganti" ALIF, Dispar Mataram Bidik Wisatawan Jazirah Arab

nur cahaya • Kamis, 13 Maret 2025 | 09:33 WIB

 

Cahya Samudra
Cahya Samudra
 

LombokPost-Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, memberikan tanggapan terkait dihapusnya Kota Mataram sebagai tuan rumah Motocross Grand Prix (MXGP). Ia menegaskan, pemkot tetap berkomitmen mengembangkan sektor pariwisata dengan strategi baru yang lebih fokus pada branding Mataram sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Salah satu langkah strategis yang sedang digarap yakni membidik wisatawan asal Jazirah Arab melalui event kuliner dan budaya bernama ALIF (Arab Lombok International Food).

Menurut Cahya, meskipun MXGP tidak lagi dilaksanakan di Mataram, kolaborasi dengan Pemprov NTB tetap akan berjalan dalam menyelenggarakan event-event pariwisata lainnya. “Program Alif ini sebenarnya program dari pak Kadis Pariwisata Provinsi, Pak Jamaludin. Kemarin kami sempat berdiskusi dengan beliau terkait rencana penyelenggaraan event ini di Kota Tua Ampenan,” ungkap Cahya, Rabu (12/3).

Cahya menjelaskan, Kota Tua Ampenan telah mengalami revitalisasi besar-besaran, terutama di kawasan pesisir Pantai Ampenan. Ia menyebutkan kawasan ini kini telah menjadi destinasi yang lebih menarik, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Karena itu, pemprov berencana untuk mengadakan ALIF, sebuah festival kuliner yang mengangkat makanan khas Arab dan Indonesia sebagai daya tarik utama. “Konsepnya nanti mengangkat UMKM yang menjual makanan khas Arab dan Indonesia. Ini bisa menjadi ajang yang menarik karena bisa mengundang wisatawan dari Jazirah Arab dan juga mancanegara lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Cahya mengungkapkan pemilihan tema kuliner Arab bukan tanpa alasan. Menurutnya, banyak wisatawan dari Timur Tengah yang datang ke Indonesia, khususnya Lombok, dan mereka sering mencari makanan khas asal negara mereka.

“Dan kebetulan lagi keberadaan kota tua ini salah satu etnis besar yang ada di sana dari Arab,” ucapnya.

Dengan menghadirkan suasana khas kampung Arab di Kota Tua Ampenan, diharapkan para wisatawan dapat bernostalgia dan merasakan pengalaman budaya yang autentik. “Sebenarnya, tamu-tamu dari luar mancanegara, terutama dari Jazirah Arab, cukup banyak yang datang ke Lombok. Dengan adanya festival kuliner ini, mereka bisa bernostalgia, berinteraksi, dan menikmati kembali suasana Kampung Arab di Ampenan,” paparnya.

Cahya mengatakan, hal ini akan menjadi peluang bagi UMKM lokal untuk memperkenalkan makanan khas mereka. “Jadi kesempatan juga untuk memperkenalkan cita rasa daerah kita, saya rasa banyak yang cocok juga dengan selera orang Arab,” ucapnya.

Selain membidik wisatawan asal Jazirah Arab, Cahya juga menyoroti keberagaman budaya yang ada di Kota Tua Ampenan. Kawasan ini tidak hanya memiliki jejak budaya Arab, tetapi juga komunitas dari berbagai etnis, termasuk Tionghoa dan Bugis.

Dengan demikian, festival ini juga diharapkan dapat memperkuat identitas Kota Mataram sebagai destinasi wisata yang multi-etnis dan bersejarah. “Di Kota Tua Ampenan, banyak suku bangsa yang memiliki sejarah panjang, termasuk komunitas Tionghoa,” ucapnya.

Festival ini bisa menjadi ajang memperkenalkan kembali warisan budaya yang ada. “Sehingga semakin banyak wisatawan yang tertarik datang ke Mataram,” harapnya.

Mengenai jadwal pelaksanaan event ALIF ini, Cahya menyebutkan pihaknya masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pemprov. Namun, ia optimistis bahwa festival ini dapat segera dieksekusi dalam waktu dekat.

“Kami masih menunggu kepastian dari provinsi terkait waktu pelaksanaannya. Tapi yang jelas, kami di kota siap mendukung dan berkolaborasi agar event ini bisa berjalan sukses,” tegasnya.

Dengan adanya strategi branding baru ini, diharapkan Kota Mataram tetap mampu menarik minat wisatawan mancanegara, meskipun tidak lagi menjadi bagian dari MXGP. Event Alif yang merupakan gawe provinsi kemungkinan akan diperkuat pula dengan kekuatan jejaring internasional Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang notabene merupakan mantan duta besar Indonesia untuk negara Turki.

“Itu yang tentu kita harapkan,” pungkasnya. (zad/r7)

Editor : Jelo Sangaji
#UMKM #wisatawan #Mancanegara #kota tua ampenan #Mataram #destinasi #Pariwisata