Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

DLH Pastikan Tidak Ada Penumpukan, Pedagang Takjil “Sumbang” Berton-ton Sampah

nur cahaya • Rabu, 19 Maret 2025 | 14:49 WIB

 

DEKAT PANTAI: Tumpukan sampah batok kelapa, plastik, dan ranting di sebuah lahan kosong, kawasan Loang Baloq, Sekarbela, Kota Mataram, Selasa (18/3).
DEKAT PANTAI: Tumpukan sampah batok kelapa, plastik, dan ranting di sebuah lahan kosong, kawasan Loang Baloq, Sekarbela, Kota Mataram, Selasa (18/3).
 

LombokPost-Bulan Ramadan membawa berkah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang takjil yang menjamur di berbagai titik Kota Mataram. Namun, di balik geliat ekonomi ini, pengelolaan sampah menjadi tantangan, dengan volume yang meningkat signifikan.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram mencatat kenaikan volume sampah harian sebesar 2 hingga 3 ton selama Ramadan. Kepala DLH Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi mengungkapkan, peningkatan ini sebagian besar berasal dari sampah usaha dan lapak takjil dadakan yang bermunculan menjelang berbuka puasa.

“Selama Ramadan, ada peningkatan volume sampah sekitar 2 sampai 3 ton per hari. Biasanya, kami mengangkut sekitar 200 hingga 220 ton sampah per hari, tapi di bulan ini jumlahnya naik,” katanya, Selasa (18/3).

Menurutnya, kenaikan ini dipengaruhi meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat. Banyaknya pedagang musiman yang berjualan di pinggir jalan dan titik keramaian menyebabkan bertambahnya limbah, terutama sampah plastik dari kemasan makanan dan minuman.

Meski volume sampah bertambah, DLH memastikan tidak ada penumpukan di Kota Mataram. Petugas kebersihan bekerja lebih keras agar sampah yang dihasilkan dapat diangkut tepat waktu.

“Hari itu juga langsung diangkut. Bisa dilihat sendiri, pinggir-pinggir jalan tetap bersih. Artinya, kami memastikan tidak ada penumpukan, meskipun jumlah sampah meningkat,” jelasnya.

Namun, ia tidak menampik kemungkinan adanya penumpukan di beberapa titik, terutama jika ada kendala operasional seperti petugas yang sakit atau kendaraan pengangkut mengalami kerusakan. “Kalau ada penumpukan, biasanya karena hal-hal seperti itu. Tapi secara umum, kami berusaha keras menghindarinya,” tambahnya.

Untuk mengatasi lonjakan sampah selama Ramadan, DLH mengupayakan penambahan armada pengangkut agar proses pembersihan tetap lancar.

DLH juga mengimbau masyarakat dan pedagang lebih sadar dalam mengelola sampah, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan membuang sampah pada tempatnya. “Kami berharap para pedagang ikut menjaga kebersihan kota. Kalau bisa, gunakan kemasan yang lebih ramah lingkungan dan selalu buang sampah di tempat yang disediakan,” pungkasnya.

Pantauan Lombok Post, para pedagang memasukkan sampah ke dalam plastik sebelum diangkut petugas kebersihan. “Tetap kami diarahkan untuk menjaga kebersihan,” kata Salmiah, pedagang takjil di Jalan Adisucipto.

Namun, masih ditemukan sampah yang dibuang sembarangan. Seperti di kawasan Loang Baloq, Sekarbela, tumpukan batok kelapa bercampur plastik dan ranting memenuhi lahan kosong di pinggir pantai. (zad/r7)

Editor : Pujo Nugroho
#sampah #kerusakan #operasional #penumpukan #lahan kosong