Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cuaca Ekstrem Harus Diwaspadai Pemudik, Pemangkasan Pohon Diperlukan Antisipasi Cuaca Buruk

nur cahaya • Senin, 24 Maret 2025 | 18:45 WIB

 

WASPADA: Warga tengah menangani pohon tumbang di depan TK Iqra Udayana, Minggu (23/3).
WASPADA: Warga tengah menangani pohon tumbang di depan TK Iqra Udayana, Minggu (23/3).
 

LombokPost-Cuaca ekstrem diperkirakan masih melanda Kota Mataram selama arus mudik Lebaran 1446 H dengan potensi hujan deras disertai angin kencang.

Namun, saat Hari Raya Idul Fitri, intensitas hujan diprediksi lebih terkendali.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram Irwan Rahadi menjelaskan, selama arus mudik, wilayah Kota Mataram dan sekitarnya mengalami peningkatan intensitas hujan akibat aktivitas Monsun Asia.

"Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) serta gelombang Rossby meningkatkan pertumbuhan awan hujan," katanya mengutip BMKG, Minggu (23/3).

Ia mengimbau pemudik, terutama dari Kota Mataram, untuk berhati-hati dalam perjalanan.

"Tetap waspada," tekannya.

Baik yang menggunakan jalur darat, laut, maupun udara, diimbau memperhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat.

Pihaknya memperkirakan puncak cuaca ekstrem terjadi selama arus mudik, terutama sore dan malam hari.

Oleh karena itu, pemudik diminta mengatur waktu perjalanan dengan baik dan selalu memantau prakiraan cuaca.

Bagi masyarakat yang merayakan Idul Fitri di Kota Mataram, hujan masih berpotensi terjadi, namun lebih ringan dibandingkan saat arus mudik.

Irwan mengimbau warga tetap melakukan langkah antisipasi, seperti memeriksa prakiraan cuaca sebelum bepergian dan menghindari berkendara saat hujan deras.

Pengguna kendaraan roda dua diminta lebih berhati-hati, terutama di jalan licin dan tergenang air. Masyarakat juga diimbau tidak berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai angin kencang.

Sebelum mudik, warga diminta memeriksa kondisi rumah, terutama atap dan pohon yang berisiko roboh.

"Segera laporkan kejadian pohon tumbang atau kabel listrik putus ke BPBD atau PLN," ujarnya.

Sementara itu, BMKG memperkirakan pada saat Lebaran dan beberapa hari setelahnya, Kota Mataram masih diguyur hujan, meski lebih ringan dibandingkan saat arus mudik.

Masyarakat tetap perlu waspada terhadap hujan, terutama saat berada di luar ruangan.

"Meski tidak seekstrem saat arus mudik, hujan masih bisa terjadi pada sore atau malam hari," demikian keterangan resmi BMKG.

Cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir menyebabkan 15 pohon tumbang di berbagai titik di Kota Mataram, beberapa di antaranya menimpa fasilitas umum dan jaringan listrik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi mengatakan, pihaknya telah mengerahkan tim untuk mengevakuasi pohon tumbang dan memangkas pohon yang berisiko roboh.

"Sejak awal pekan, kami telah menangani beberapa kejadian pohon tumbang yang mengganggu akses jalan dan merusak fasilitas umum," katanya.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan BPBD dan PLN.

"Kami memastikan tidak ada gangguan listrik akibat pohon yang roboh," jelasnya.

Menanggapi banyaknya pohon tumbang, Dinas LH mulai memangkas pohon di titik-titik rawan untuk mengurangi risiko akibat hujan deras dan angin kencang.

"Kami akan terus memantau kondisi pohon di area publik, terutama di jalur utama, taman kota, dan perkantoran. Jika ada pohon yang terlihat rawan tumbang, kami imbau masyarakat segera melaporkannya agar bisa ditangani sebelum terjadi insiden," ujar Denny. (zad/r7)

Editor : Kimda Farida
#taman kota #warga #mudik #angin kencang #Arus #Prakiraan #BPBD #pln #Hujan Deras #Pohom Tumbang #Cuaca Ekstrem