LombokPost-Sembilan calon jamaah haji (CJH) asal Kota Mataram dilaporkan meninggal dunia sebelum keberangkatan.
Kabar duka ini disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram Hamdun, yang menyebut para CJH tersebut meninggal dunia akibat faktor usia yang rentan.
"Karena memang sudah tua," ungkap Hamdun, Senin (24/3).
Kesembilan CJH yang meninggal dunia telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH).
Sesuai ketentuan, pembayaran BPIH yang telah dilakukan akan dialihkan kepada pihak keluarga melalui proses pelimpahan porsi haji.
"Tinggal berangkat saja pelimpahan, kita tinggal proses administrasi untuk pelimpahan," terangnya.
Kemenag Kota Mataram mencatat ada 69 CJH yang akan menerima pelimpahan porsi haji, baik sebagai pengganti maupun pendamping jamaah.
Setelah proses pelimpahan selesai, sisa kuota dari 139 CJH yang belum melunasi BPIH akan diisi oleh CJH cadangan.
Kota Mataram sendiri memiliki 238 CJH cadangan.
"Tanggal 18 kemarin sudah diajukan pelimpahan sekitar 60-an orang," jelasnya.
Sebanyak 139 CJH belum melunasi BPIH pada tahap awal dan masih memiliki kesempatan untuk melunasi pada tahap dua sejak 24 Maret.
Beberapa di antaranya belum mendapatkan istithaah atau dinyatakan mampu secara fisik dan mental untuk menunaikan ibadah haji.
Jika tidak istithaah, porsi haji mereka dapat dilimpahkan kepada CJH cadangan.
"Kalau tidak bisa melunasi tahap dua ini, cadangan naik. Pokoknya kuota kita harus terpenuhi," tegas Hamdun.
Kemenag Kota Mataram terus memantau kesehatan seluruh CJH, terutama yang berusia lanjut, untuk memastikan mereka istithaah. CJH yang mengalami gangguan jiwa tidak dapat diberangkatkan.
"Kalau pikun atau demensia itu masih bisa," katanya.
Hamdun menambahkan, bahwa tantangan terbesar adalah CJH dengan gangguan jiwa. Jika mereka mengamuk di Asrama Haji, maka bisa dinyatakan tidak istithaah.
"Karena nanti ada kemungkinan di pesawat mengamuk dan di Mekkah mengamuk," jelasnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, seluruh CJH lansia akan didampingi keluarga.
Delapan CJH berusia 87 tahun ke atas, bahkan ada yang berusia 91 tahun dari Sekarbela.
Kemenag Kota Mataram berkomitmen memastikan seluruh jamaah dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan aman.
"Jamaah kita juga ada yang 91 tahun dari Sekarbela," tandasnya. (chi/r7)
Editor : Kimda Farida