LombokPost-Kota Mataram siap menyambut pawai ogoh-ogoh yang akan diramaikan sekitar 114 ogoh-ogoh. Jumlah ini menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat dalam menyambut perayaan tersebut. Kasat Pol PP Kota Mataram Irwan Rahadi mengungkapkan, setiap ogoh-ogoh diperkirakan akan diarak 70 hingga 80 orang dari masing-masing banjar.
"Terdaftar sampai dengan hari ini, kurang lebih 114 ogoh-ogoh. Dengan estimasi 70 sampai 80 orang per banjar. Itu tinggal dikalikan berapa massanya nanti,” kata Irwan Rahadi.
Perayaan pawai ogoh-ogoh tahun ini bertepatan dengan Bulan Suci Ramadan. Karena itu, pawai diharapkan selesai sebelum waktu Magrib, agar tidak mengganggu waktu berbuka puasa bagi umat Muslim.
“Waktu pelaksanaan dibatasi mulai pukul 09.00 Wita hingga 16.00 Wita. Pelaksanaan Perang Api diharapkan sudah berakhir pukul 17.30 Wita,” terangnya.
Lokasi pusat pawai ogoh-ogoh tidak mengalami perubahan dari tahun-tahun sebelumnya, dimulai dari depan Kantor Lurah Cakra Barat dan berakhir di simpang empat Mayura. Pengamanan acara ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Polres, Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), dan TNI. Apel bersama akan dilaksanakan di Mataram Mall sebelum acara dimulai.
Tahun ini, pawai ogoh-ogoh hanya akan diikuti peserta dari dalam Kota Mataram. Kebijakan ini diambil Pemkot untuk mengurangi kemacetan. Peserta pawai harus berasal dari wilayah administratif Kota Mataram.
"Karena ini memang dihajatkan pemkot bersama panitia ogoh-ogoh untuk masyarakat kota," ucapnya.
Selain itu, peserta pawai wajib menjaga ketertiban dan keamanan. Mereka dilarang menggunakan alat pengeras suara, membawa senjata tajam dan sejenisnya, mengonsumsi minuman keras, membawa petasan atau benda berbahaya lainnya, serta diwajibkan menjaga kebersihan.
“Penempatan ogoh-ogoh pasca pawai juga harus tertib di dalam lingkungan, agar tidak mengganggu pengendara," jelasnya.
Tinggi ogoh-ogoh maksimal 4 meter atau tidak melebihi ketinggian kabel listrik dan kabel komunikasi lainnya. Untuk kelancaran acara, penempatan ogoh-ogoh setelah pawai akan diatur agar tidak menghambat lalu lintas.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama pawai ogoh-ogoh dan malam takbiran, tim pengawasan akan diperkuat. Tim yang biasanya terdiri dari satu peleton berisi 30 anggota, ditambah menjadi tiga peleton dan disebar di enam kecamatan.
"Termasuk anggota yang lepas piket nanti kita piketkan. Karena ini satu rangkaian malam takbiran dan ogoh-ogoh," ujarnya.
Sementara itu, pawai takbiran umat Muslim akan dilaksanakan di enam kecamatan dengan batas waktu maksimal hingga pukul 23.00 Wita. Irwan Rahadi mengimbau masyarakat menjaga ketertiban dan keamanan selama kedua acara berlangsung.
“Jam 11 malam itu kita usahakan semua sudah berada di rumah,” ucapnya.
Kepala Kemenag Kota Mataram Hamdun berharap, jadwal perayaan dua hari besar tersebut sesuai dengan perkiraan, sehingga rencana pengamanan dapat berjalan lancar. Nyepi akan berlangsung pada 28–29 Maret, sedangkan Idul Fitri 1446 H diperkirakan jatuh pada 30–31 Maret 2025.
“Tapi kalau sampai tidak sesuai, kan harus ada skenario cadangan,” tandasnya. (chi/r7)
Editor : Rury Anjas Andita