Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dispar Mataram tegur Pengelola Taman Loang Baloq Karena Sampah Menumpuk

Lalu Mohammad Zaenudin • Senin, 14 April 2025 | 09:30 WIB

 

MENUMPUK: Sampah yang menumpuk di salah satu sudut pantai Loang Baloq, Selasa (8/4/2025).
MENUMPUK: Sampah yang menumpuk di salah satu sudut pantai Loang Baloq, Selasa (8/4/2025).

 

LombokPost—Sampah menumpuk di Pantai Loang Baloq mendapat atensi serius. Kepala Dispar Kota Mataram Cahya Samudra, telah menegur pengelola kawasan yang dinilai lalai menjaga kebersihannya.

“Tadi sore pengelola sudah kita tegur dan ingatkan,” tegas Cahya saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (13/4/2025).

Menurut Cahya, persoalan kebersihan di Loang Baloq kerap menjadi tantangan, apalagi karena posisinya tak kau dari muara. Ia menjelaskan, sebagian sampah berasal dari aktivitas pengunjung dan pedagang yang berjualan di sekitar lokasi, namun ada juga terbawa arus laut dan menepi di pantai.

“Dari pedagang dan pengunjung. Sebagian dari laut juga,” tambahnya.

Namun demikian, Cahya menekankan pengelola kawasan tetap bertanggung jawab melakukan pengawasan dan penanganan rutin terhadap kebersihan area wisata, terlepas dari sumber sampah tersebut. Oleh karenanya, pihaknya menegur pengelola menyusul keluhan seorang warganet yang mengunggah foto Pantai Loang yang penuh sampah.

Dalam foto terlihat tumpukan plastik, kemasan makanan, dan sampah dedaunan menumpuk dan berserakan di sekitar bibir pantai dan jalan setapak. Hal ini mengesankan minim upaya pengelolaan sampah.

Akun Jejak Blackboy yang pertama kali mengunggah, mempertanyakan penggunaan dana dari retribusi masuk yang dikenakan kepada pengunjung. “Sayang seribu sayang, penanganan sampah di Pantai Loang Baloq Kota Mataram sungguh sangat memprihatinkan,” tulisnya.

Ia mengatakan, setiap pengunjung ke kawasan Loang Baloq dikenai biaya antara Rp3.000 hingga Rp5.000 per orang. Dengan jumlah kunjungan tergolong tinggi, terutama saat akhir pekan dan musim liburan, mestinya pengelolaan sampah menjadi prioritas utama.

“Lalu pertanyaannya, ke mana uang masuk (entrance fee) yang dibayar per kepala? Apakah tidak ada alokasi dana untuk membayar petugas kebersihan di tempat ini?” katanya.

Unggahan itu mendapat berbagai respons dari warga lainnya, sebagian mengungkapkan kekecewaan sebagian yang lain menekankan sebagai pentingnya kesadaran pengunjung menjaga lingkungan pula. Pantai Loang Baloq merupakan salah satu titik rekreasi yang cukup dikenal di Kota Mataram.

Selain menjadi lokasi favorit masyarakat lokal menikmati sore hari, pantai ini memiliki nilai sejarah dan spiritual karena keberadaan makam keramat yang rutin dikunjungi peziarah. Dalam konteks pembangunan pariwisata, kawasan ini termasuk dalam peta prioritas pengembangan wisata kota berbasis budaya dan alam.

Namun, isu sampah seolah menjadi persoalan klasik yang terus berulang. Sejumlah warga berharap pemkot terlalu lebih merespons persoalan kebersihan, terutama di titik-titik wisata yang justru menjadi etalase kota.

“Kalau ini terus dibiarkan, jangan salahkan pengunjung malas datang,” kritik warganet yang lain. (zad)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Kota Mataram #Loang Baloq #sampah #dinas pariwisata