LombokPost-Haul akbar ke-10 Almagfurullah Maulana Syekh TGH Musthafa Kamal digelar di Pesinggahan, Sekarbela, Kota Mataram, Minggu (13/4).
Acara ini dihadiri para tokoh agama dan keluarga besar TGH Musthafa Kamal dari berbagai daerah di Pulau Lombok. Hadir juga Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman.
"Haul ini menjadi wadah silaturahmi bagi keluarga besar beliau dan para tokoh agama, hingga masyarakat," kata TGH Mujiburrahman.
Lahir tahun 1826 Masehi atau 1243 Hijriah, TGH Mustafa Kamal wafat tahun 1912 Masehi atau 1330 Hijriah.
Selama hidupnya, TGH Mustafa Kamal berdakwah dari satu daerah ke daerah yang lain.
Dia memiliki sejumlah murid yang juga menjadi ulama ternama. Salah satunya TGH Umar Kelayu, Lombok Timur.
TGH Mujib mengatakan, TGH Umar Kelayu memberikan banyak keteladanan bagi umat muslim di Pulau Lombok.
"Beliau itu berdakwah dari satu daerah ke daerah lain. Meski beliau tidak punya pondok pesantren tapi keluarga dan keturunan beliau tersebar di berbagai daerah Pulau Lombok," tutur TGH Mujib, sapaannya.
Tak heran, dalam haul kemarin, beberapa tokoh agama dari Kotaraja, Kalijaga, Selong, Merembu, Penarukan, Gerung, Pancor Dao, hingga Kota Mataram, hadir.
Sekarbela menjadi lokasi berkumpulnya para keluarga besar TGH Mustafa Kamal karena ulama kharismatik tersebut dimakamkan di sana.
"Dengan keberadaan makam beliau di sini, visi Kota Mataram yang harmonis bisa terbantu dengan banyaknya kegiatan silaturahmi seperti ini," kata TGH Mujib.
Haul TGH Musthafa Kamal kemarin juga dirangkai dengan acara nimpes koper jamaah haji dan ngurisan.
Tokoh agama Pesinggahan H Abdurrahman menyampaikan, nimpes koper merupakan tradisi bagi para calon jamaah haji yang akan berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini.
"Acara nimpes koper ini kami rangkai dengan acara haul akbar TGH Musthafa Kamal. Insya Allah haul ini rutin dilaksanakan setiap tahun, sepekan setelah dilaksanakannya Lebaran Topat," katanya. (ton/r1)
Editor : Kimda Farida