LombokPost-Kantor Wali Kota Mataram, khususnya lantai I, dijadwalkan direnovasi dan ditata ulang dengan alokasi anggaran sekitar Rp 2 miliar.
Proses tender untuk proyek ini direncanakan dimulai pada April.
“Kita sudah selesai perencanaannya, tinggal proses dimasukkan ke BPBJ (Bagian Pengadaan Barang dan Jasa),” kata Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Mataram Baiq Yulia Kusumayanti.
Yulia mengungkapkan, perbaikan akan mencakup berbagai aspek, termasuk penataan ruang staf ahli dan para asisten wali kota. “Semua kita akan perbaiki,” terangnya.
Salah satu perubahan signifikan adalah pemindahan Ruang Kenari yang saat ini difungsikan sebagai ruang pertemuan ke area yang lebih luas di bagian barat kantor, tepatnya di ruangan Asisten III dan area Bagian Umum. Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas ruang pertemuan menjadi sekitar 200 orang, jauh lebih besar dari sebelumnya.
“Lebih besar dari yang ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ruang Kenari yang lama akan dialihfungsikan menjadi pusat komando atau command center yang lebih representatif. Yulia menjelaskan, command center yang saat ini berada di lantai II dinilai terlalu kecil dan belum komprehensif untuk memantau berbagai kegiatan dan informasi penting.
“Jadi kita buat agar Pak Wali bisa memonitor,” katanya.
Penataan ulang juga akan menyentuh sisi timur lantai I, yang rencananya akan dijadikan pusat ruang kerja seluruh staf ahli serta para asisten wali kota, mulai dari Asisten I, II, hingga III.
“Jadi kita pusatkan lantai I untuk VIP,” imbuh Baiq Yulia.
Langkah ini akan menyatukan ruang kerja para pejabat penting di satu lantai, mengingat ruang Wali Kota dan Wakil Wali Kota sendiri telah direnovasi pada 2024.
“Kalau ruangan Pak Wali dan Pak Wakil kan baru-baru,” jelasnya.
Sebagai konsekuensi dari penataan ini, Bagian Umum Setda Kota Mataram akan dipindahkan ke lantai atas, menempati ruangan yang saat ini digunakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A). Sementara itu, DP3A akan direlokasi ke bekas Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Mataram yang terletak di Jalan Gunung Rinjani.
Baiq Yulia mengungkapkan, keputusan merenovasi kantor wali kota didasari kondisi bangunan yang sudah cukup tua. Kantor tersebut dibangun sejak 1993. Menurutnya, sudah saatnya dibenahi mengingat beberapa bagian sudah keropos dan sistem pengairannya sering mengalami kebocoran.
“Jadi memang sudah waktunya,” terangnya.
Ia menambahkan, perbaikan ini nantinya juga dapat dimanfaatkan dinas lain mengingat pembangunan kantor Wali Kota Mataram yang baru di Jempong. Perbaikan lantai I ini dinilai sebagai langkah yang perlu dilakukan karena kondisi kantor saat ini kurang representatif.
“Ini memang sudah semestinya diperbaiki, kondisi sudah kurang representatif, bukan karena apa,” ucapnya.
Terkait jadwal pelaksanaan, ia menyampaikan bahwa proses tender direncanakan dimulai April ini setelah perencanaan proyek selesai. Pekerjaan fisik diharapkan dapat dimulai pertengahan Mei mendatang.
“Perencanaan sudah mau selesai. Jadi kita persiapan untuk memasuki tender,” jelasnya.
Terkait anggaran, Baiq Yulia merinci bahwa dari total sekitar Rp 2 miliar, sebagian besar dialokasikan untuk pengadaan peralatan command center, terutama layar LED canggih.
“Kalau fisiknya tidak terlalu besar. Yang besar untuk support command center,” tandasnya. (chi/r7)
Editor : Prihadi Zoldic