Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Diterjang Angin Puting Beliung Tugu Mataram Metro Rusak, Dinas PUPR Kesulitan Lakukan Perbaikan

nur cahaya • Senin, 21 April 2025 | 11:39 WIB

 

Tugu Mataram Metro yang jadi ikon Kota Mataram terlihat bolong. 
Tugu Mataram Metro yang jadi ikon Kota Mataram terlihat bolong. 
 

LombokPost-Ikon Kota Mataram Tugu Mataram Metro, kini  kurang sedap dipandang.

Sebuah lubang besar berbentuk persegi panjang terlihat menganga di bagian tengah struktur tugu, merusak keindahannya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning mengakui adanya kerusakan itu.

Ia menyebut, hilangnya lapisan aluminium composite panel (ACP) disebabkan terjangan angin puting beliung beberapa waktu lalu.

“Memang ada satu bagian ACP yang lepas karena angin kencang saat puting beliung,” ungkap Lale, Jumat (19/4).

Menurutnya, perbaikan bagian yang bolong bukannya tanpa upaya. Namun pihaknya terkendala masalah teknis, terutama soal ketinggian tugu yang mencapai 70 meter.

“Sepele rupanya, bahannya, tapi ongkos dan nyali orang yang naik itu bikin saya lama untuk memperbaiki itu. Ada satu tenaga ahli yang bisa, tapi saat ini masih bekerja di tempat lain,” jelasnya.

Photo
Photo

Ia menganalogikan, memperbaiki tugu yang bolong lebih sulit dibandingkan memperbaiki jalan berlubang.

Ketinggian tugu yang ekstrem membutuhkan alat khusus dan keterampilan tertentu untuk memasang kembali ACP yang hilang.

“Kalau bahannya itu gampang, berbentuk lembaran. Harganya nanti tergantung warna dan ukuran, pastinya akan disesuaikan dengan kualitas ACP yang sudah terpasang,” imbuhnya.

Terkait perawatan tugu secara keseluruhan, Lale menyebut tidak ada anggaran khusus untuk pemeliharaan rutin.

Pemilihan material ACP sejak awal memang bertujuan meminimalkan kebutuhan perawatan yang rumit.

“Kita memang sengaja memilih ACP agar tidak membutuhkan perawatan yang banyak. Tapi namanya angin dan cuaca, material apa pun pasti akan mengalami pelapukan,” kata Lale.

Ia menambahkan, jika diamati dari dekat, beberapa bagian cat atau lapisan tugu juga tampak memerlukan pembersihan atau perbaikan ringan.

Warna perak yang mulai menguning disebut sebagai sifat alami dari material ACP.

“Karena antara warna sama bahannya itu sudah menyatu. Ya paling kita bisa poles-poles, tapi kalau poles sampai ketinggian gitu kita belum ada alat,” terangnya.

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pemeliharaan terhadap elemen lain di sekitar tugu, seperti air mancur, taman, dan dekorasi kota lainnya.

Anggaran pemeliharaan untuk seluruh titik tidak hanya di Tugu Mataram Metro mencapai sekitar Rp 200 juta per tahun.

“Seperti mungkin ada kerusakan nozzle untuk air mancur atau pipanya, itu yang kita perbaiki. Tidak terkonsentrasi di satu titik, apa yang rusak itu yang kita perbaiki,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram Denny Nizar Cahyadi mengatakan, pihaknya juga terlibat dalam perawatan Tugu Mataram Metro, khususnya taman di sekelilingnya. Sekitar empat petugas diturunkan setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 14.00 Wita.

“Itu setiap hari kita kontrol,” kata Denny.

Sama halnya dengan PUPR, DLH Kota Mataram juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp 200 juta untuk pemeliharaan seluruh taman yang menjadi tanggung jawab petugas DLH.

“Ya kalau ada yang rusak kita perbaiki,” tandasnya. (chi/r7)

Editor : Marthadi
#diperbaiki #kualitas #PUPR #Tugu Mataram Metro #material #angin #rusak