LombokPost-Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram memastikan rehabilitasi Puskesmas Karang Taliwang akan segera dilaksanakan. Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap perencanaan dan finalisasi untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal tanpa perlu adanya relokasi.
“Segera dieksekusi kok,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr Emirald Isfihan.
Emirald menjelaskan bahwa pihaknya sangat berhati-hati dalam merencanakan rehabilitasi ini. Pertimbangan utama adalah agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. Relokasi, menurutnya, akan membutuhkan tambahan sumber daya manusia (SDM) dan berpotensi meningkatkan anggaran operasional.
“Nanti kita atur sedemikian rupa untuk pelayanan saat rehab,” ucapnya.
Emirald menambahkan, anggaran yang dibutuhkan untuk merehabilitasi Puskesmas Karang Taliwang, puskesmas terbesar di Kota Mataram, mencapai sekitar Rp 4 miliar. Dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
Meskipun dana tersebut belum cair, Emirald optimis pengerjaan rehabilitasi bisa dimulai pada bulan Juni atau Juli mendatang. Dokumen perencanaan sudah disiapkan dan segera ditender. “InsyaAllah Juni atau Juli ini sudah mulai pengerjaan. Sekarang belum tender,” terangnya.
Konsep awal untuk Puskesmas Karang Taliwang sempat mengarah pada peningkatan status menjadi rumah sakit. Namun, setelah mempertimbangkan berbagai persyaratan, terutama kewajiban untuk memiliki puskesmas pengganti, Dikes Kota Mataram memutuskan untuk fokus pada rehabilitasi dan memaksimalkan fasilitas yang ada.
“Kalau cari puskesmas penggantinya kita agak susah,” ujar Emirald.
Emirald mengakui bahwa kondisi ruangan di Puskesmas Karang Taliwang sudah cukup memadai jika ingin ditingkatkan menjadi rumah sakit. Namun, regulasi mengharuskan adanya puskesmas pengganti sebelum status rumah sakit dapat diajukan.
“Tapi kita libat dulu, kita juga belum mempunyai tempat untuk pergeseran ini,” terangnya.
Rehabilitasi Puskesmas Karang Taliwang sangat penting mengingat puskesmas ini merupakan yang terbesar di Kota Mataram dan layanan rawat inapnya banyak dimanfaatkan masyarakat. Emirald berharap rehabilitasi ini dapat menjadi percontohan bagi puskesmas lain dalam pemenuhan standar pelayanan kesehatan.
“Penduduk padat dan memang kunjungan tinggi,” imbuhnya.
Emirald menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah merehabilitasi puskesmas yang ada agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan sesuai standar bagi masyarakat. Dengan dimulainya tahap eksekusi yang diharapkan dalam beberapa bulan ke depan, masyarakat Karang Taliwang dapat berharap pada peningkatan kualitas fasilitas dan pelayanan kesehatan di puskesmas tersebut.
“Kita fokus ke itu aja dulu,” tandasnya. (chi/r7)
Editor : Prihadi Zoldic