Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Stok Sapi untuk Kebutuhan Kurban di Mataram Aman, Dinas Jaga Status Wilayah Bebas PMK

nur cahaya • Kamis, 24 April 2025 | 17:16 WIB

 

HARI KURBAN : Seorang jagal yang akan menyembelih sapi, beberapa waktu lalu. 
HARI KURBAN : Seorang jagal yang akan menyembelih sapi, beberapa waktu lalu. 
 

LombokPost-Ketersediaan sapi di Kota Mataram dipastikan mencukupi untuk Hari Raya Idul Adha.

Pasokan utamanya berasal dari dua Rumah Pemotongan Hewan (RPH), yakni Sekarbela dan Majeluk.

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Irwan Harimansyah menegaskan, produksi harian dari kedua RPH tersebut mampu memenuhi kebutuhan rutin masyarakat.

"Stok untuk sehari-hari cukup dari RPH. Sekarang dilihat dari distribusi kebutuhan lebaran. Untuk sapi di Pulau Lombok cukup," kata Irwan.

Meskipun potensi pasokan dari Sumbawa belum dapat dipastikan akibat status Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Irwan memastikan masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan stok untuk perayaan Idul Adha tahun ini.

Pasokan dari Pulau Lombok dinilai mencukupi kebutuhan, tanpa harus mengandalkan kiriman dari luar daerah.

Berdasarkan data dari RPH, rata-rata pemotongan sapi harian berkisar antara 15 hingga 20 ekor.

Bahkan, menurut Irwan, sebagian sapi dari Lombok juga diekspor ke luar daerah.

“Sekarang dilihat dari kebutuhan lebaran, untuk sapi di Pulau Lombok itu cukup,” terangnya.

Photo
Photo

Irwan juga menyoroti adanya pembatasan lalu lintas sapi dari Pulau Sumbawa menuju Kota Mataram.

Langkah tersebut diambil sebagai tindakan pencegahan karena masih ada indikasi PMK di wilayah tersebut.

Pemerintah Kota Mataram sangat berhati-hati dalam menerima pasokan dari luar pulau.

"Kota Mataram menerima dari Sumbawa setelah direkomendasi kalau tidak terindikasi," jelas Irwan.

Artinya, sapi dari Sumbawa hanya dapat masuk ke Mataram apabila telah dinyatakan bebas dari PMK melalui rekomendasi resmi dari pihak berwenang.

Irwan mengungkapkan bahwa sejak merebaknya PMK, belum ada sapi dari Sumbawa yang masuk ke Kota Mataram.

Sebaliknya, ada laporan mengenai lalu lintas sapi dari Sumbawa yang masuk ke wilayah Lombok Tengah.

"Setelah kasus PMK yang dari Sumbawa tidak ada masuk ke Mataram. Yang ada masuk ke Loteng," katanya.

Untuk menjamin keamanan dan kesehatan hewan kurban di Kota Mataram, Dinas Pertanian telah menyiapkan tenaga medis hewan yang bertugas melakukan pengawasan ketat.

Langkah ini bertujuan mencegah masuknya PMK serta memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat.

"Kita pastikan jauh dari PMK, ada tenaga medis untuk mengawasi," tegas Irwan.

Prioritas utama Pemerintah Kota Mataram saat ini adalah menjaga status kota sebagai wilayah bebas PMK.

Dinas Pertanian akan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban secara intensif menjelang hari raya. Langkah ini merupakan prosedur rutin untuk memastikan bahwa hewan yang akan disembelih dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.

“Sangat bisa kita pastikan jauh dari PMK. Jangan sampai Kota Mataram terindikasi PMK," tandasnya. (chi/r7)

Editor : Kimda Farida
#kurban #sapi #PMK #hewan #rph #IDUL ADHA #hari raya