Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ternyata Wikipedia Lebih Update Ketimbang Situs Pemerintah, Monjok Timur Jadi Percontohan Desa Cantik 2025

nur cahaya • Jumat, 2 Mei 2025 | 10:15 WIB

 

Kepala Diskominfotik Kota Mataram I Nyoman Suandiasa dan Kepala BPS Kota Mataram Muhammad Reza Nugraha menyerahkan piagam Desa Cantik 2025 pada Lurah Monjok Timur Sumanto, didampingi Camat Selaparang.
Kepala Diskominfotik Kota Mataram I Nyoman Suandiasa dan Kepala BPS Kota Mataram Muhammad Reza Nugraha menyerahkan piagam Desa Cantik 2025 pada Lurah Monjok Timur Sumanto, didampingi Camat Selaparang.
 

LombokPost - Pemerintah Kota Mataram mencanangkan Kelurahan Monjok Timur sebagai pilot project program Desa Cantik atau Desa Cinta Statistik tahun 2025.

Namun di balik semangat digitalisasi data hingga tingkat kelurahan ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa mengungkap realitanya.

Ada tantangan yang tak mudah karena digitalisasi birokrasi masih tertahan di level Government 2.0.

“Era industri sudah sampai Society 5.0, tapi birokrasi masih di titik 2.0,” tegas Nyoman saat memberikan sambutan dalam kegiatan pencanangan Desa Cantik di Monjok Timur, Rabu (1/5).

Nyoman menyebutkan, dari sekitar 80 situs web resmi milik pemerintah kota, termasuk tingkat kelurahan dan kecamatan, hanya sekitar 20 persen yang benar-benar aktif dan rutin diperbarui.

“Yang lainnya aktif, tapi tidak update,” katanya.

Photo
Photo

Monjok Timur menjadi salah satu dari sedikit kelurahan yang mampu menunjukkan tata kelola data yang baik.

Website kelurahan tersebut dinilai aktif, transparan, dan menunjukkan semangat keterbukaan informasi publik.

Bukan hanya itu, kolaborasi antaralurah, operator data, dan karang taruna pun menjadi nilai lebih.

“Kelurahan ini menunjukkan budaya kerja yang sudah bertransformasi. Pendataan dan publikasi sudah menjadi kebiasaan, bukan sekadar tugas administratif,” ujar Nyoman.

Namun ia mengingatkan, tantangan digitalisasi bukan hanya soal membuat website.

Data yang dikumpulkan juga harus akurat, terintegrasi, mudah diakses, dan dimanfaatkan secara maksimal dalam perencanaan pembangunan.

“Tanpa data, semua keputusan pemerintah berbahaya, kebijakan tanpa data itu seperti berjalan dalam gelap,” ujarnya.

Nyoman bahkan menyoroti, dominasi Wikipedia sebagai sumber informasi daring yang mengalahkan situs-situs resmi pemerintah.

“Kalau kita cari di Google tentang satu kelurahan, yang muncul pertama itu Wikipedia, bukan web kelurahannya. Kita kok kalah sama situs swasta dari Amerika,” katanya.

Karena itu, ia mendorong semua kelurahan untuk rajin memperbarui konten dan menyampaikan informasi lewat kanal resmi pemerintah, bukan sekadar media sosial.

Menurutnya, medsos memang penting, tapi tetap harus diimbangi dengan pengelolaan web resmi karena tingkat validitas dan daya jangkaunya yang lebih bisa dipertanggungjawabkan.

“Jangan sampai data di medsos aktif, tapi web-nya mati suri. Web itu wajah resmi pemerintahan,” tandasnya.

Transformasi digital, lanjut Nyoman, tidak bisa hanya mengandalkan satu-dua orang lurah.

Ia menekankan pentingnya membangun budaya data di kalangan perangkat kelurahan dan masyarakat.

Melalui program Desa Cantik, Diskominfo ingin membentuk agen-agen statistik lokal yang bisa menjadi Agent of Change pengelolaan data dari akar rumput.

Selain pengelolaan data, Monjok Timur juga dinilai unggul karena memiliki karang taruna yang aktif dan terlibat langsung dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Ini penting, karena partisipasi generasi muda adalah modal sosial dalam membangun pemerintahan digital berbasis komunitas,” kata Nyoman.

Meski begitu, ia menyadari digitalisasi birokrasi bukan perkara mudah.

Banyak kendala masih harus dihadapi, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia, literasi statistik yang rendah, hingga infrastruktur jaringan yang belum merata.

Ia berharap pencanangan Monjok Timur sebagai Desa Cantik 2025 dapat menjadi pemantik semangat bagi kelurahan lain.

“Kita tidak ingin kelurahan hanya jadi objek pembangunan, tapi subjek utama yang merancang masa depannya sendiri berbasis data. Di sinilah letak pentingnya transformasi digital yang nyata, bukan sekadar jargon,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram Mohammad Reza Nugraha Kusumowinoto mengatakan pengukuhan ini sekaligus menjadikan Kelurahan Monjok Timur sebagai duta dalam ajang Lomba Desa Cantik (Cinta Statistik) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2025.

“Ini adalah program nasional BPS untuk mendorong pengelolaan data yang lebih baik hingga tingkat kelurahan dan desa,” katanya.

Reza mengatakan, pemilihan Monjok Timur didasarkan pada sejumlah keunggulan strategis yang dimiliki kelurahan tersebut, mulai dari kesiapan infrastruktur hingga partisipasi masyarakat.

“Harapan kami, dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, Monjok Timur tahun ini bisa menjadi duta Provinsi NTB ke tingkat nasional,” imbuhnya.

Reza menjelaskan indikator penilaian dalam program Desa Cantik meliputi ketersediaan perangkat teknologi seperti komputer atau laptop, akses internet yang memadai, serta kemampuan aparat kelurahan dalam mengelola dan menyajikan data secara digital.

Kelurahan Monjok Timur dinilai unggul dalam seluruh aspek tersebut.

“Yang kita lihat bukan hanya fasilitas, tetapi juga sumber daya manusianya dan bagaimana masyarakat dilibatkan dalam tata kelola data,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk mencapai level nasional, dukungan dari seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan, mulai dari tingkat RT, lingkungan, kelurahan, kecamatan, hingga pemerintah kota.

“Kami optimistis, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Mataram, Monjok Timur bisa melaju menjadi wakil NTB di tingkat nasional,” tegasnya.

Adapun penilaian lomba dijadwalkan berlangsung sekitar Juli–Agustus 2025, dengan aspek utama meliputi pemutakhiran profil desa dan kelurahan (Prodeskel), pemenuhan indikator SDGs desa, serta pemanfaatan Sistem Informasi Komunitas (SIK-NG).

Untuk mempersiapkan penilaian ini, BPS Provinsi NTB akan melakukan pendampingan intensif kepada agen statistik yang telah dibentuk di Kelurahan Monjok Timur. (zad/r7)

Editor : Kimda Farida
#informasi publik #statistik #Wikipedia #Desa Cantik #Digitalisasi