Mediasi Humanis Polsek Sandubaya, Kasus Keributan di Toko Emas Berakhir Damai

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Senin, 5 Mei 2025 | 22:10 WIB
DAMAI: Kaspul Islam dan Ida Made Sunu (memegang kertas) sepakat berdamai, disaksikan Ketua Fraksi PPP DPRD Kota Mataram Zia Urrahman, kepolisian, dan tokoh dari kedua belah pihak, Sabtu (3/5/2025)
DAMAI: Kaspul Islam dan Ida Made Sunu (memegang kertas) sepakat berdamai, disaksikan Ketua Fraksi PPP DPRD Kota Mataram Zia Urrahman, kepolisian, dan tokoh dari kedua belah pihak, Sabtu (3/5/2025)

 

LombokPost – Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kota Mataram, Zia Urrahman, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap jajaran Polsek Sandubaya atas keberhasilan menyelesaikan kasus keributan di toko emas milik warga Sekarbela secara damai dan kekeluargaan. Penyelesaian itu dinilai sebagai cerminan pendekatan kepolisian yang humanis dan mengedepankan prinsip keadilan restoratif.

Atas penyelesaian damai tersebut, Ketua Fraksi PPP DPRD Kota Mataram, Zia Urrahman, memberikan apresiasi kepada Polsek Sandubaya. “Terima kasih pada Kapolsek pak Niko Herdianto dan jajaran yang kami anggap telah berhasil   mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis,” kata Zia, pada Lombok Post, Senin (5/4/2025).

Menurutnya, langkah mediasi yang dilakukan jajaran Polsek Sandubaya patut diapresiasi. “Penyelesaian secara kekeluargaan dalam kasus seperti ini sangat penting untuk menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat,” tekannya.

Menurut Zia, pendekatan keadilan restoratif harus terus diperkuat dalam tubuh kepolisian. Hal ini sebagai bagian dari transformasi menuju kepolisian yang presisi dan berorientasi pada pemulihan, bukan semata-mata pada penghukuman.

“Dalam situasi seperti ini, polisi bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penjaga ketertiban sosial. Saya angkat topi untuk Kapolsek Sandubaya dan jajaran yang mampu membangun komunikasi yang adil dan damai antara dua pihak yang bertikai,” tambahnya.

Zia juga mengimbau masyarakat Kota Mataram untuk lebih mengedepankan dialog dalam menyelesaikan persoalan, terutama yang bersifat pribadi. Ia berharap penyelesaian damai seperti ini bisa menjadi contoh baik ke depan.

“Marilah kita jaga Kota Mataram agar tetap aman, damai, dan harmonis. Segala bentuk kekerasan atau ancaman bukanlah jalan keluar,” ucapnya.

Peristiwa yang sempat membuat geger warga itu terjadi pada Selasa, 22 April 2025, sekitar pukul 18.00 Wita, di sebuah toko emas di Jalan Umar Maye, Kelurahan Cakra Timur, Kecamatan Cakranegara. Peristiwa tersebut melibatkan dua orang warga, yakni Kaspul Islam (38), warga Sekarbela, selaku pemilik toko emas, dan Ida Made Sunu (48), warga Cakranegara.

Dalam rekaman CCTV yang beredar, tampak Ida Made Sunu terlibat cekcok dengan seseorang di luar toko. Ia kemudian mengacung-acungkan helm putih yang dibawanya, masuk ke dalam toko, dan mengempaskan helm tersebut ke arah etalase emas.

Aksi itu memicu ketegangan di lokasi dan menarik perhatian warga sekitar. Namun, berkat respons cepat aparat dari Polsek Sandubaya, keributan itu tidak berlarut.

Sementara itu, Kapolsek Sandubaya melalui Kanit Reskrim I Kadek Arya Suantara menyampaikan pihaknya memfasilitasi ruang dialog agar kedua belah pihak bisa saling memahami dan menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin.

“Tujuan utama kami adalah menjaga kondusivitas dan rasa aman di lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Melalui proses mediasi yang berlangsung secara terbuka dan tanpa tekanan, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Ida Made Sunu menyatakan penyesalan, meminta maaf secara langsung kepada Kaspul Islam, dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Saya menyesal dan minta maaf atas apa yang saya lakukan),” ujar Sunu dalam pernyataannya.

Sementara itu, Kaspul Islam menyambut baik permintaan maaf tersebut dan menyatakan dirinya telah memaafkan. Ia berharap insiden ini menjadi pelajaran bersama agar persoalan serupa tidak terulang.

“Saya sudah memaafkan, karena dari awal saya juga tidak ingin masalah ini melebar. Yang penting ada itikad baik, dan semoga ini jadi pelajaran untuk semua,” ucapnya. (zad)

 

 

 

 

 

Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Liputan di lapangan
Kota Mataram Kasus EMAS damai PPP Sandubaya polsek CCTV