Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Krisis Sampah, Pemkot Mataram Habiskan Rp 1,2 Miliar, Siapkan Dua Lokasi Pembuangan Darurat

Lalu Mohammad Zaenudin • Senin, 19 Mei 2025 | 20:48 WIB
Masyarakat Kota Mataram Nusa Tenggara Barat mulai mengeluhkan bau busuk menyengat akibat tumpukan sampah di TPS Lewata yang dinilai lama mengendap.
Masyarakat Kota Mataram Nusa Tenggara Barat mulai mengeluhkan bau busuk menyengat akibat tumpukan sampah di TPS Lewata yang dinilai lama mengendap.

 

LombokPost – Pemerintah Kota Mataram akhirnya menemukan titik terang dalam penanganan sampah setelah penutupan sementara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok, Lombok Barat. Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menegaskan isu pengelolaan sampah menjadi salah satu perhatian utama.

Ia menyampaikan, langkah-langkah darurat harus diambil untuk mencegah krisis lingkungan di perkotaan. “Lahan di SPAL-DT Kebon Ayu untuk sementara kita manfaatkan. Keputusan ini bukan pilihan ideal, tapi realistis dalam kondisi sekarang,” katanya, Senin (19/5/2025).

Ia menekankan, menjaga kebersihan kota dan kenyamanan masyarakat tetap menjadi prioritas, meskipun pilihan lokasi sementara bukan tanpa konsekuensi. “Yang paling penting, jangan sampai kota ini dilanda penumpukan sampah yang mengganggu kenyamanan warga. Ini soal tanggung jawab kita bersama,” tegas Mohan.

Mohan juga berharap, kerja sama dengan wilayah Lombok Barat dan Provinsi NTB bisa terus diperkuat untuk menyusun solusi jangka panjang yang lebih permanen. “Termasuk, kemungkinan pengembangan TPA baru yang lebih modern dan berkelanjutan,” ucapnya.

Penggunaan SPAL-DT Kebon Ayu ini, sebagai solusi jangka pendek. Menghindari penumpukan limbah domestik yang bisa mengancam kebersihan kota.

Dengan kepastian lokasi ini, pemkot telah mempunyai dua lokasi pembuangan sementara. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Nizar Deni Cahyadi, menjelaskan lokasi pertama masih berada di kawasan Kebon Kongok, berupa lahan pembuangan sementara seluas sekitar 25 are.

“Lahan ini telah melalui proses negosiasi intens dengan warga setempat dan kini hampir siap digunakan,” kata Denny.

Ia mengatakan, pembahasan terkait kompensasi terhadap masyarakat sekitar yang terdampak selama proses pembuangan sampah. “Jadi kita akan bisa gunakan dalam waktu dekat,” terangnya.

Lokasi kedua seperti yang disampaikan wali kota — berada di Kebon Ayu, juga di wilayah Lombok Barat, yang memiliki luas sekitar satu hektare. Sama seperti di lahan luar Kebon Kongok, kawasan Kebon Ayu sedang dalam tahap pembahasan lebih lanjut dengan Pemerintah Provinsi NTB dan direncanakan menjadi lokasi pembuangan bersama juga antara Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

“Kita sedang bahas bersama provinsi. Nanti kawasan itu akan digunakan selama sekitar empat bulan, selama proses perluasan landfill di Kebon Kongok berjalan,” jelasnya.

Baca Juga: Kongkret, Wali Kota dan Lombok Post Rancang Kompetisi Antarlingkungan demi Bangun Mataram dari Akar

Penggunaan lahan di Kebon Kongok dan Kebon Ayu pun tidak gratis. Pemerintah Kota Mataram menyiapkan kompensasi sebesar Rp 1,2 miliar untuk masa pakai empat bulan.

Nilai itu disesuaikan dengan harga penggunaan TPA Kebon Kongok selama ini. “Kita anggarkan Rp 1,2 miliar, sesuai ritase dan harga yang berlaku di Kebon Kongok. Jadi tidak ada yang berubah, kita tinggal alihkan ke lokasi sementara saja,” terangnya. 

Sebagai informasi, TPA Kebon Kongok ditutup sementara karena adanya proyek perluasan landfill. Penutupan ini sempat membuat distribusi sampah di Kota Mataram tersendat.

Beberapa armada pengangkut terpaksa hanya bisa melakukan satu ritase per hari, dari biasanya dua kali. Kini, dengan dua lokasi alternatif tersebut, Pemkot Mataram berharap sistem pengangkutan sampah bisa kembali normal dan tidak mengganggu kebersihan kota, apalagi belakangan hujan rutin turun yang rawan menyebabkan penyumbatan drainase akibat sampah menumpuk.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi adaptif dalam menjaga layanan publik tetap berjalan meskipun dalam situasi darurat infrastruktur. Warga pun diimbau tetap menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan selama masa transisi ini berlangsung.

 

Editor : Prihadi Zoldic
#Kota Mataram #darurat #LH #sampah #TPA #Lombok Barat #Pembuangan #krisis #NTB #sementara #kebon kongok