LombokPost – Pembangunan Kantor Wali Kota Mataram yang baru di kawasan Jempong, Lingkar Selatan, mulai menunjukkan kemajuan di lapangan.
Meski sebelumnya diinformasikan akan dimulai dengan penancapan tiang pancang pada Rabu (21/5), realisasinya berbeda. Pekerjaan masih terfokus pada tahap awal, yaitu fondasi.
Tepatnya, pada pembuatan tumpukan , struktur beton tebal yang krusial dalam pembangunan gedung bertingkat.
Baca Juga: Ketua Komisi III Abd Rachman Ingatkan Proyek Kantor Wali Kota Jangan Abaikan Identitas Lokal
Pantauan di lokasi menunjukkan para pekerja sedang merakit tulangan besi, menyiapkan bekisting, dan mempersiapkan pengecoran pondasi awal.
“Belum bisa langsung pancang tiang. Harus disiapkan tumpukannya dulu. Ini untuk menopang beban di atas supaya tidak goyang,” tutur seorang pekerja yang ditemui di lokasi, Rabu (21/5).
Ia menjelaskan, penancapan tiang beton sepanjang belasan meter belum bisa dilakukan karena tiang pancang masih dalam tahap pengerjaan.
Secara teknis, tumpukan adalah bagian struktur pondasi yang menghubungkan dan menyatukan beberapa tiang pancang menjadi satu kesatuan yang kokoh.
Jika tiang pancang diibaratkan sebagai akar yang menembus ke dalam tanah, maka tumpukan adalah pelat beton besar yang menyatukan kekuatan akar-akar itu agar bangunan berdiri stabil di atasnya.
Pilecap juga menyalurkan beban dari kolom bangunan ke tiang pancang, lalu ke lapisan tanah keras.
Umumnya terbuat dari beton bertulang, ukurannya disesuaikan dengan jumlah dan konfigurasi tiang. Bentuknya bisa berbentuk segitiga, persegi, atau persegi panjang tergantung rencana struktur.
Baca Juga: Siap-siap, Gedung Mewah Kantor Wali Kota Mataram Segera Dibangun, Segini Anggarannya
“Kalau sudah selesai ini baru bisa dipasang,” terangnya.
Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning turun langsung menyatukan persiapan tiang pancang . “Ya kami langsung pantau (persiapan) di lapangan,” katanya.
Ia memastikan kemajuan pembangunan masih sesuai jalur.
Penancapan tiang belum dilakukan karena tahap tumpukan harus didahulukan, dan itu merupakan bagian dari prosedur standar dalam pembangunan skala besar.
“Pengerjaan tiang pancang sedang berjalan, dan itu memang menjadi bagian penting dari struktur awal sebelum masuk ke pemasangan tiang pancang. Jadi ini masih sesuai tahapan teknis,” terangnya.
Baca Juga: Siapkan Rp 2 Miliar untuk Renovasi Kantor Wali Kota Mataram, Tender Dimulai April
Meski terkesan lambat di mata masyarakat, justru inilah fase paling krusial yang menentukan kekuatan gedung secara keseluruhan.
“Kalau fondasinya kuat, struktur di atasnya akan aman dalam jangka panjang. Jadi kami pastikan ini dikerjakan secara presisi dan hati-hati,” tekanannya.
Perhatian juga datang dari DPRD Kota Mataram.
Anggota Komisi III Ismul Hidayat berharap pembangunan berjalan sesuai rencana tanpa mengganggu anggaran pelayanan publik.
“Semoga pembangunan kantor wali kota berjalan sesuai harapan. Terhadap postur anggaran pemerintah yang sedang mengalami efisiensi, saya berharap pembangunan kantor ini tidak mengganggu anggaran untuk urusan wajib pemerintah dan layanan masyarakat,” katanya.
Ia menekankan pentingnya keberpihakan anggaran terhadap kesejahteraan warga.
“Gedung bisa dibangun, tapi layanan dan dampaknya harus benar-benar terasa,” tekannya.
Pembangunan kantor ini merupakan bagian dari relokasi pusat pemerintahan ke kawasan selatan, guna memperluas jangkauan layanan publik dan menciptakan pusat kota baru.
Baca Juga: Persiapan Lahan Kantor Wali Kota Mataram, Tim Appraisal Lahan Mulai Bekerja
Jempong dipilih sebagai lokasi strategis untuk menyeimbangkan pembangunan wilayah, mengurangi tekanan di pusat kota lama, serta memperkuat konektivitas antarwilayah.
Dalam jangka panjang, kawasan ini akan dikembangkan sebagai pusat pemerintahan baru yang terintegrasi dengan kantor pelayanan lainnya dan infrastruktur berwawasan lingkungan.
Sejumlah warga sekitar menyambut baik proyek tersebut.
Selain membuka potensi kawasan ekonomi, proyek ini juga memberikan peluang kerja langsung bagi masyarakat lokal, terutama dalam tahap konstruksi.
Meski masih dalam tahap awal, proyek ini menjadi simbol transformasi wajah kota.
Jika seluruh struktur tiang pancang rampung dan mengering dengan baik, penancapan tiang pancang akan segera dilakukan.
“Kami berjanji konsistensi agar proyek ini tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga menyentuh kepentingan sosial dan pelayanan yang lebih merata bagi seluruh warga Kota Mataram,” tutupnya. (zad/r7)
Editor : Kimda Farida