Meski pun kondisi kelas cukup memprihatinkan, namun tetap digunakan untuk belajar karena tidak ada lagi ruangan lain yang bisa digunakan.
Bahkan kelas satu terpaksa belajar di kelas bekas hunian sementara (Huntara).
“Dari lima ruangan yang rusak berat ini satu kelas yang sudah dikosongkan. Sementara tiga kelas masih digunakan sebagai kelas dan ruang guru,” terang Muslim Kepala SDN 2 Semaya, Rabu (21/5).
Rata-rata kerusakan pada bagian dinding sekolah dan lantai sekolah.
Mirisnya, setiap hari sebelum belajar, para murid juga harus menyiram lantai kelas, agar debu dari lantai yang berlubang tidak berterbangan.
“Makanya setiap hari bawa ember. Kalau tidak disiram debu akan beterbangan dan sangat mengganggu proses belajar mengajar,” katanya.
Sebelumnya lantai yang berlubang tersebut telah direnovasi oleh pihak sekolah, namun tidak bertahanlah lama.
Kondisi lantai yang berlubang diakui juga mengakibatkan bangku dan kursi siswa banyak yang rusak dan posisi meja tidak seimbang.
Kondisi sekolah telah dilaporkan kepada dinas terkait, namun hingga saat ini belum juga diperbaiki.
Namun pihaknya tahun ini telah dijanjikan untuk segera direnovasi.
“Kami khawatir sekolah tiba-tiba ambruk. Tapi mau bagaimana lagi, tidak ada lagi kelas yang bisa kita gunakan. Makanya terpaksa kami manfaatkan,” katanya.
Kerusakan ini diakibatkan karena usia sekolah yang sudah berumur 45 tahun lebih.
Sebelumnya sekolah tersebut pernah direnovasi bagian atap dan dindingnya. Hanya saja terbentur anggaran sehingga tidak bisa merenovasi keseluruhan kelas hingga tuntas.
Kondisi sekolah yang rusak ini mengakibatkan pihak sekolah merasa kesulitan untuk mencari murid baru.
Bahkan masyarakat di samping sekolah lebih memilih sekolah lain yang lebih jauh untuk menyekolahkan anaknya.
“Karena orang tua mereka tidak mau menyekolahkan anaknya di sekolah rusak,” ungkapnya.
Dirinya berharap pihak terkait segera memperhatikan sekolah tersebut. Agar proses belajar mengajar bisa berjalan dengan aman dan nyaman.
Tim Verifikasi Dikbud Lotim Ali Imran menyampaikan tiga sekolah yang didatangi hari ini kondisinya sama-sama memprihatinkan.
Verifikasi dilakukan untuk melihat kondisi sekolah agar bisa diajukan untuk direnovasi.
“Hasil verifikasi ini nanti kami serahkan kepada Dinas. Nanti dinas yang menentukan tingkat kerusakan dan kapan direnovasi,” pungkasnya. (par/r6)
Editor : Siti Aeny Maryam