Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Turnamen Mobile Legend di Kota Mataram Gaet Remaja, Dewan Siap Dukung Generasi Game Lokal

Lalu Mohammad Zaenudin • Kamis, 22 Mei 2025 | 21:06 WIB

JADI JUARA: Turnamen Mobile Legend dan PUBG di Kota Mataram Gaet Remaja, Dewan Siap Dukung Generasi Game Lokal.
JADI JUARA: Turnamen Mobile Legend dan PUBG di Kota Mataram Gaet Remaja, Dewan Siap Dukung Generasi Game Lokal.

 

LombokPost – Turnamen Mobile Legend dan PUBG sukses mengguncang Karang Genteng, Kota Mataram. Puluhan remaja pencinta game online tumplek blek di depan ruko bekas laundry.

Tak ada panggung mewah, hanya layar putih dan proyektor. Tapi atmosfernya?
Layaknya final esports nasional.

Generasi game Kota Mataram membuktikan: semangat bisa lahir dari lorong gang.

Dua remaja finalis berjabat tangan memegang piala kecil, disorot proyektor, disambut sorak-sorai.
Teman-teman mereka langsung mengabadikan momen seperti pemenang turnamen esports dunia.

“Semoga ini jadi motivasi kawan-kawan untuk terus berprestasi,” ujar Haris Maulana, tokoh muda Karang Genteng sekaligus anggota DPRD Kota Mataram, Selasa malam (21/5).

Turnamen ini bukan sekadar hiburan.
Tapi ajang unjuk bakat, solidaritas, dan harapan baru generasi muda pecinta game.

Digelar di C. Seventy Coffee, turnamen Mobile Legend dan PUBG ini diselenggarakan oleh remaja Karang Genteng tanpa EO profesional.
Modalnya hanya laptop, proyektor, dan semangat.

Game lokal, semangat nasional.

“Walaupun anak kampung, mereka bisa tampil keren dan main sangat baik,” kata Haris bangga.

Dalam tiga hari pertandingan, puluhan tim lokal beradu strategi di game Mobile Legend dan PUBG.
Penontonnya beragam: dari anak kecil, remaja, hingga orang tua.

Mobile Legend dan PUBG bukan musuh, tapi peluang.
Haris melihat kegiatan ini sebagai cara efektif melawan aktivitas negatif.

 Baca Juga: La Rimpu, Gerakan Perempuan Melawan Ektremisme Makin Nyata

 “Semoga ini bisa mengurangi judi online yang menjangkit remaja,” ujarnya.

“Kita bikin Maulid Cup! Mobile Legend dan PUBG! Setuju?” kata Haris menyerukan ide baru.

Seruan itu langsung dijawab gegap gempita oleh generasi game Karang Genteng.

Ia yakin, dari depan Gang Turi ini bisa lahir atlet esports masa depan.
“Game ini sudah dilombakan di PON. Kota Mataram juga harus punya wakil!” tegasnya.

Tak hanya soal prestasi, ini juga tentang mengubah stigma.
“Dulu kumpul anak muda dicap negatif. Sekarang lewat turnamen game ini, arah mereka berubah,” katanya.

Dewan Kota Mataram siap mendukung generasi game.
“Remaja butuh ruang ekspresi. Harus ada dukungan berkelanjutan dari dewan, pemerintah, dan komunitas lokal,” tutup Haris.

Editor : Prihadi Zoldic
#Kota Mataram #Game #Dewan #pubg #DPRD #mobile legend #remaja #generasi #Esports