Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Peletakan Batu Pertama Masjid Al-Amir Al-Wildan Islamic School 20 Mataram, Fondasi Pemimpin Umat di Masa Depan

Akbar Sirinawa • Senin, 26 Mei 2025 | 08:51 WIB

 

 

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meletakkan batu pertama sebagai fondasi awal Masjid Al-Amir di Al-Wildan Islamic School 20 Mataram.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meletakkan batu pertama sebagai fondasi awal Masjid Al-Amir di Al-Wildan Islamic School 20 Mataram.

 

LombokPost-AL-WILDAN ISLAMIC SCHOOL 20 MATARAM resmi memulai pembangunan Masjid Al-Amir, ditandai dengan peletakan batu pertama, Sabtu (25/5).

Masjid ini dirancang menampung hingga 2.500 jamaah dan menjadi pelengkap fasilitas pendidikan di sekolah Islam internasional tersebut.

Presiden Direktur AL-WILDAN ISLAMIC SCHOOL Prof Dr Abdurrahim Al-Basyir, M.Pd menyebut, momen peletakan batu pertama masjid sebagai hari bersejarah bagi Al-Wildan 20 Mataram.

“Mudah-mudahan peletakan batu pertama hari ini menjadi titik awal sejarah bagi perkembangan keagamaan Islam di AL-WILDAN ISLAMIC SCHOOL,” katanya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Ketua Dewan Pembina Yayasan Farid Amir yang telah mendukung penuh berbagai kebutuhan Al-Wildan.

“Saat ini Al-Wildan sudah ada 28 cabang di Indonesia. Alhamdulillah, dengan rahmat Allah, memberikan segenap kemudahan untuk perkembangan AL-WILDAN ISLAMIC SCHOOL,” katanya.

Prof Abbdurrahim menerangkan, AL-WILDAN ISLAMIC SCHOOL kini memiliki murid dari 17 negara dengan guru-guru yang berasal dari Timur Tengah, Amerika, dan Eropa.

“Untuk AL-WILDAN 20 MATARAM, tahun pelajaran 2025-2026, jika siswanya bisa lebih dari 400, bisa kami datangkan native speaker untuk mendukung kualitas pembelajaran,” ucapnya.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Ketua Yayasan Metro Insan Pendidikan Arsyad Abdul Gani.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Ketua Yayasan Metro Insan Pendidikan Arsyad Abdul Gani.

Ketua Yayasan Metro Insan Pendidikan Arsyad Abdul Gani mengatakan, pembangunan masjid dirangkaikan dengan kegiatan Examination Authority (EXOT), yakni ujian akademik tahunan yang menjadi bagian dari sistem penjaminan mutu di AL-WILDAN ISLAMIC SCHOOL.

“Pembangunan masjid merupakan kelengkapan dari fasilitas yang ada di Al-Wildan. Kami dari yayasan bertugas menyiapkan fasilitas pendidikan, dengan dukungan penuh Ketua Dewan Pembina,” kata Arsyad.

Pembangunan masjid ditarget rampung sebelum Ramadan 2026. Kemudian, rencananya akan diresmikan pada Idul Fitri tahun yang sama.

“Insya Allah tahun ini kita memulai pembangunan masjid. Mudah-mudahan Idul Fitri 2026 sudah bisa meresmikan. Mohon doa supaya pembangunan ini bisa berjalan tanpa halangan yang berarti,” katanya.

Presiden Direktur AL-WILDAN ISLAMIC SCHOOL Prof Dr Abdurrahim Al-Basyir, M.Pd.
Presiden Direktur AL-WILDAN ISLAMIC SCHOOL Prof Dr Abdurrahim Al-Basyir, M.Pd.

Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang turut hadir dalam acara ini menyoroti peran penting boarding school dalam pembentukan karakter siswa. Ia menyebut sistem pendidikan seperti yang diterapkan Al-Wildan merupakan bagian dari evolusi pesantren di Indonesia.

Pendidikan Islam modern saat ini, melalui boarding school, mengubah stereotip pesantren yang lampau.

”Sekarang, muncul Islamic boarding school yang menjadi tempat belajar bagi anak-anak dari kelas menengah muslim. Inilah yang dilakukan Al-Wildan, mengakomodasi mereka yang punya kemampuan untuk belajar dalam kondisi yang lebih baik,” kata Iqbal.

Ia menyambut baik hadirnya AL-WILDAN ISLAMIC SCHOOL 20 MATARAM sebagai lembaga pendidikan yang menjawab kebutuhan kelas menengah muslim di Indonesia.

“Munculnya kelas menengah Islam patut kita syukuri bersama. Karena dalam ceruk kelas menengah ini, sudah banyak orang muslim yang kaya-kaya, yang perlu diakomodir oleh sekolah Islam seperti Al-Wildan. Apalagi sudah terbukti dengan 28 cabangnya, artinya sistem pendidikannya sudah diterima masyarakat luas,” katanya.

Lebih lanjut, menurut Iqbal, nilai tertinggi dari sistem boarding school bukan hanya kurikulum, tetapi pembentukan karakter yang kuat.

“Kalau kurikulum itu hampir sama, karena sudah ada ketentuannya. Tapi yang membuat anak pesantren berbeda adalah pembentukan karakter. Dan, itu yang paling mahal sekarang. Jadi tidak usah merasa rugi memasukkan anak-anak ke boarding school, karena bapak ibu akan mendapatkan anak-anak yang karakternya sudah terbangun dengan baik,” ujarnya.

Editor : Akbar Sirinawa
#islamic school 20 mataram #islamic school #metro insan pendidikan #sekolah islam #Abdurrahim #peletakan batu pertama #jamaah