LombokPost - Kebanggaan Mujitahid tak bisa disembunyikan.
Peternak asal Sekarbela itu tak pernah menyangka, sapi jantan peliharaannya akan dibeli Presiden Prabowo Subianto sebagai hewan kurban Idul Adha tahun ini.
Raut wajah Mujitahid berseri-seri pagi itu. Peternak asal Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram ini tak menyangka salah satu sapinya terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Idul Adha tahun ini.
Sapi jantan jenis bibit Bali dengan bobot 669 kilogram itu, yang ia beri nama Alex, telah dirawatnya selama setahun penuh.
Dalam kesehariannya, Mujitahid dibantu sang adik, Hilmaen, merawat ternak dan mencari rumput sebagai pakan.
"Senang sekali, sapi milik saya dibeli Pak Presiden, dan akan jadi salah satu sapi yang akan dikurbankan pada Idul Adha tahun ini. Alhamdulillah, senang sekali," tutur Mujitahid saat ditemui di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Gubuk Mamben, Sekarbela, Senin (26/5).
Kabar bahagia itu baru diterimanya sepekan lalu. Sebelum dibeli, Alex telah melalui pemeriksaan ketat dari petugas Dinas Pertanian.
Hasilnya, ia dinyatakan sehat dan layak menjadi hewan kurban Presiden.
"Alex kami jual Rp 55 juta, belum termasuk pajak," kata Mujitahid.
Ia mengaku tak menyangka sapi peliharaannya yang berbobot 669 kilogram itu dilirik Presiden.
Padahal sebelumnya, ia juga memiliki sapi dari Sumbawa dengan bobot lebih besar, mencapai 800 kilogram. Namun kali ini, justru Alex yang menarik perhatian.
Peternakan yang dikelola Mujitahid merupakan warisan keluarga. Setiap tahun, sapi peliharaannya kerap dibeli pejabat tinggi.
Kapolda NTB, misalnya, menjadi langganan tetap karena sapinya dikenal berkualitas, baik jenis mental maupun sapi Bali.
Meski Alex kini menjadi milik negara, Mujitahid dan Hilmaen tetap merawatnya sesuai standar dinas hingga waktu pemotongan pada 6 Juni 2025.
Kepercayaan itu ia jaga dengan penuh tanggung jawab.
Kebahagiaan Mujitahid kian lengkap setelah mendengar bahwa kebijakan Presiden Prabowo tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Mataram Amir Wisuda menjelaskan, tahun ini setiap kabupaten/kota akan mendapatkan satu ekor sapi kurban dari Presiden.
"Tahun ini ada kebijakan baru, kalau tahun-tahun sebelumnya sapi dari Presiden satu provinsi satu sapi, tapi sekarang tiap kabupaten/kota juga dapat. Jadi tahun ini ada satu sapi (yang akan dikurbankan) Pak Presiden Prabowo Subianto di Mataram," kata Amir.
Untuk NTB, total 12 ekor sapi akan diberikan. Satu untuk Pemprov NTB, sisanya untuk 11 kabupaten/kota.
Bahkan, tak menutup kemungkinan ada daerah yang mendapatkan dua ekor jika jatah provinsi didistribusikan kembali.
“Jadi kemungkinan ada kabupaten/kota di NTB yang akan dapat dua sapi Presiden, sebab untuk jatah provinsi pasti akan didistribusi ke kabupaten/kota," jelasnya.
Uniknya, sapi kurban Presiden harus berasal dari peternak lokal di daerah masing-masing. Kebijakan ini membuat bobot sapi bervariasi di tiap daerah, namun Amir menilai tujuannya sangat mulia.
“Hal itu dimaksudkan untuk memberikan motivasi dan meningkatkan kesejahteraan peternak lokal," tegasnya.
Alex, sapi kurban Presiden untuk Kota Mataram, telah dibayar lunas dan masih dititipkan di peternakan Mujitahid hingga hari H. Nantinya, sapi itu akan didistribusikan langsung oleh Wali Kota Mataram Mohan Roliskana ke Masjid Nurul Yaqin, Bertais, Kecamatan Sandubaya.
"Pendistribusian sapi kurban Presiden Prabowo Subianto oleh Pak Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, yang akan didistribusikan ke Masjid Nurul Yakin, Bertais, Kecamatan Sandubaya,” pungkas Amir.
Ini menjadi kali pertama Kota Mataram menerima langsung sapi kurban dari Presiden. Momen yang tak hanya membanggakan Mujitahid, tetapi juga menjadi semangat baru bagi para peternak lokal untuk terus meningkatkan kualitas ternak mereka. (SANCHIA VANEKA/r7)
Editor : Akbar Sirinawa