Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jumlah Pengangguran Terbuka di Kota Mataram Naik, BPS: Perdagangan dan Kuliner Potensial Serap Tenaga Kerja

nur cahaya • Sabtu, 31 Mei 2025 | 06:22 WIB

 

CARI KERJA : Seorang pemuda sedang duduk saat mencari kerja beberapa waktu lalu. 
CARI KERJA : Seorang pemuda sedang duduk saat mencari kerja beberapa waktu lalu. 
 

LombokPost - Di tengah kabar menggembirakan mengenai penurunan angka kemiskinan yang terus menunjukkan tren positif.

Kota Mataram justru dihadapkan pada tantangan lain yang tak kalah mendesak, yakni meningkatnya angka pengangguran.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram mencatat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2024 mencapai 4,85 persen.

“Angka ini mengalami kenaikan tipis sebesar 0,07 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 4,78 persen,” kata Kepala BPS Kota Mataram M Reza Nugraha Kusumowinoto.

Reza menjelaskan, meski peningkatannya kecil, kondisi ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk lebih mencermati dinamika pasar kerja secara mendalam.

Menurutnya, kenaikan ini bukan sekadar fluktuasi sesaat.

Data yang dihimpun BPS menunjukkan, mayoritas pengangguran di Mataram berasal dari kelompok lulusan SMA/SMK ke bawah.

Mereka menghadapi kesulitan signifikan menembus dunia kerja formal maupun sektor industri yang tengah berkembang.

Hal ini menunjukkan adanya ketimpangan antara kompetensi tenaga kerja yang tersedia dengan kebutuhan pasar kerja.

“Memang mayoritasnya SMA ke bawah ya. Dibandingkan secara umum itu yang paling besar,” ungkapnya.

Berdasarkan data ketenagakerjaan per Agustus 2024, selain TPT yang mencapai 4,85 persen, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Kota Mataram tercatat 71,80 persen.

Artinya, dari total penduduk usia kerja, sekitar 71,80 persen sudah aktif bekerja atau sedang mencari pekerjaan.

Jumlah angkatan kerja pada periode yang sama tercatat 235,42 ribu orang.

Dari jumlah itu, persentase penduduk bekerja terhadap total usia kerja mencapai 68,32 persen.

Data ini menunjukkan bahwa meski banyak warga yang aktif di pasar kerja, sebagian masih belum terserap dan masuk kategori pengangguran.

“Kalau saya lihat ini tidak signifikan dibandingkan tahun sebelumnya,” ucap Reza.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

Data itu menjadi pengingat akan pentingnya evaluasi terhadap sistem pendidikan dan pelatihan kerja, agar lebih relevan dengan kebutuhan industri.

Pemerintah, baik pusat maupun daerah, didorong untuk memperkuat sinergi dalam merancang kebijakan penciptaan lapangan kerja yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

“Memang di kota ini tidak ada industri seperti di pabrik-pabrik. Tapi kan ada perdagangan, kuliner. Bagaimana kemampuan menyerap tenaga kerja itu yang kita perhatikan,” terangnya.

Sektor perdagangan dan kuliner, menurut Reza, punya potensi besar menyerap tenaga kerja, terutama mereka yang berlatar belakang pendidikan menengah ke bawah.

Sebagai ibu kota Provinsi NTB, Kota Mataram menjadi magnet pencari kerja dari berbagai daerah. Arus urbanisasi, kata Reza, ikut menyumbang lonjakan angka pengangguran. Banyak pendatang dari luar kota datang dengan harapan mendapat pekerjaan, namun belum seluruhnya berhasil terserap.

“Pada tahap awal, mereka belum bekerja, tapi sudah masuk ke dalam data pengangguran terbuka,” jelasnya.

Meski demikian, Reza menegaskan kenaikan angka pengangguran ini tidak boleh dimaknai sebagai kemunduran.

Ia justru mengajak semua pihak menjadikannya bahan evaluasi untuk mencari solusi yang lebih inovatif.

“Tapi ini semua mesti dikaji lagi. Bukan sebagai momen turun prestasi tapi sebagai evaluasi,” tambahnya.

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

BPS Kota Mataram memang belum merilis data spesifik terkait dampak urbanisasi terhadap TPT.

Namun, Reza menyebut informasi itu kemungkinan bisa diakses di BPS Provinsi NTB yang memiliki cakupan lebih luas.

Sementara itu, untuk proyeksi TPT tahun 2025, survei akan digelar pada Agustus mendatang.

Hasilnya diharapkan memberi gambaran lebih jelas tentang dinamika ketenagakerjaan di Kota Mataram sepanjang tahun berjalan.

Dinas Ketenagakerjaan Kota Mataram pun terus mengupayakan langkah-langkah pengurangan pengangguran.

Kepala dinas Rudi Suryawan mengatakan, berbagai program pelatihan kerja telah dilaksanakan secara rutin setiap tahun bagi warga yang belum memiliki pekerjaan.

Bahkan, usai pelatihan, peserta juga dibekali peralatan sebagai modal awal untuk membuka usaha sendiri, agar mereka bisa mandiri dan keluar dari status pengangguran.

"Untuk tahun ini, kami menargetkan beri pelatihan kepada 146 orang dengan jenis pelatihan perbaikan mesin pendingin atau AC, las, tata boga, dan tata rias," tandasnya. (chi/r7)

Editor : Rury Anjas Andita
#Kota Mataram #pengangguran #ketenagakerjaan #kenaikan #Pekerja