LombokPost - Setelah lebih dari sebulan ditutup, Tempat Pemrosesan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongok kembali dibuka.
Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram meresmikan pembukaan ini sebagai kesempatan emas untuk mengosongkan tumpukan sampah.
Khususnya di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sandubaya yang kini menampung lebih dari 3.000 ton sampah.
Baca Juga: Dampak Penutupan TP Kebong Kongok, Warga Keluhkan Bau Busuk Sampah di TPS Sandubaya
“TPS Sandubaya dikosongkan dulu, habiskan dulu karena kalau yang lain itu selalu kosong, tidak ada masalah. Yang masih menumpuk banyak itu di TPS Sandubaya,” kata Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Vidi Partisan Yuris Gamanjaya.
Pemkot Mataram pemecahan pembuangan sampah ke TPAR Kebon Kongok dimulai Kamis (5/6).
Diharapkan setiap armada pengangkut bisa melakukan minimal tiga ritase per hari. Namun, Vidi berharap proses pengangkutan bisa dipercepat.
Baca Juga: Mediasi Humanis Polsek Sandubaya, Kasus Keributan di Toko Emas Berakhir Damai
“Kalau bisa lebih cepat, kenapa tidak 4 sampai 5 ritase,” katanya.
Kendala utamanya adalah jam operasional TPAR yang hanya sampai pukul 17.00 Wita.
Hal ini membuat armada hanya mampu memaksimalkan tiga ritase per hari.
Pembukaan kembali TPAR Kebon Kongok dimungkinkan setelah dibukanya landfill baru seluas 25 are yang sudah dilapisi geomembran.
Tempat ini bersifat sementara, karena nantinya sampah akan dipindahkan setelah TPA utama selesai ditata.
Dengan perkiraan ritase dan volume sampah harian, Pemkot Mataram menargetkan pengosongan TPS Sandubaya bisa rampung dalam waktu sekitar 20 hari.
Vidi menjelaskan, penutupan TPAR sejak 17 April lalu telah menyebabkan penggembalaan sampah selama lebih dari satu bulan.
Dengan transportasi tiga ritase per hari, sampah yang dijanjikan bisa dituntaskan dalam waktu kurang dari tiga pekan.
Terkait sampah di SPAL-DT Tanjung Karang yang menjadi lokasi alternatif sementara, Vidi menyebutkan kondisinya sudah ditimbun dan tidak menimbulkan masalah.
Namun, jika ada permintaan transfer sampah, hal itu akan dilakukan setelah transportasi ke TPAR berjalan lancar.
Soal Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya Modern, Vidi mengakui fasilitas tersebut tidak mampu menampung seluruh volume sampah selama TPAR ditutup.
Dengan kapasitas maksimal 40 ton per hari, fasilitas ini tidak bisa dipaksakan.
"Masalahnya kita tidak boleh memaksa. Kemarin pun sebelum penutupan mencoba naikkan 10 ton, dimarah saya sama publikasi. Kalau naik bisa cepat rusak," jelas Vidi.
Meski kapasitasnya terbatas, armada roda tiga dari Kecamatan Sandubaya dan Cakranegara tetap aktif membuang sampah ke TPST tersebut.
Sebelumnya, Kepala DLH Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi mengatakan, lahan sementara seluas 25 are di areal TPAR Kebon Kongok diperkirakan mampu menampung sampah selama 4–5 bulan ke depan.
Dengan izin tersebut, pekan ini pengangkutan sampah kembali normal menjadi tiga ritase per hari, dengan volume sekitar 210–220 ton.
“Setelah ritase sampah buang ke TPA Kongok normal, maka pembuangan sampah di SPAL-DT Tanjung Karang akan kami hentikan,” jelasnya. (chi/r7)
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post