Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Posyandu Kini Layani Skrining Gigi Sebagai Upaya Proaktif Mencegah, Merawat, Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut

Lombok Post Online • Senin, 9 Juni 2025 | 13:50 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Posyandu di Kota Mataram kini memperluas perannya sebagai benteng kesehatan masyarakat.

Tak hanya terbatas pada layanan ibu dan anak, posyandu juga mulai merambah layanan kesehatan gigi.

Inovasi ini digulirkan Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram dengan menghadirkan layanan skrining gigi di 325 posyandu yang tersebar di seluruh lingkungan kota.

“Sekarang sudah kita sediakan dan ada di semua posyandu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr Emirald Isfihan.

Emirald mengatakan, langkah ini bertujuan mendeteksi masalah kesehatan gigi dan mulut sejak dini, sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan membutuhkan penanganan lebih rumit.

Layanan skrining gigi di posyandu ini menjadi upaya proaktif dalam pencegahan, perawatan, dan edukasi kesehatan gigi dan mulut di tengah masyarakat.

“Skrining membantu dalam pencegahan, perawatan, dan edukasi terkait kesehatan gigi dan mulut,” jelas Emirald.

Yang menarik, layanan ini menyasar seluruh kelompok usia, dari balita hingga lansia.

Ini menandai pergeseran pola pikir bahwa posyandu kini bukan lagi hanya untuk segmen tertentu, melainkan menjadi pusat layanan kesehatan terintegrasi untuk semua usia.

“Layanan ini menyasar seluruh kelompok usia, dari balita hingga lansia, sebagai bagian dari penguatan fungsi posyandu sebagai pusat layanan kesehatan terdepan,” ungkapnya.

Emirald juga menegaskan bahwa skrining gigi bukan sekadar langkah pencegahan, tetapi bagian integral dari edukasi berkelanjutan.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan perlunya perawatan lanjutan, warga akan langsung dirujuk ke puskesmas terdekat sesuai wilayah masing-masing.

“Ini mempercepat penanganan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan gigi,” jelasnya.

Lebih dari sekadar tambahan layanan, program ini merupakan bagian dari visi besar Dikes Kota Mataram untuk mentransformasi posyandu menjadi layanan kesehatan terintegrasi lintas usia.

“Dengan tambahan layanan seperti skrining gigi, posyandu mulai berperan sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan,” tambah Emirald.

Ia juga menekankan, posyandu tak lagi sekadar tempat penimbangan balita seperti yang selama ini dikenal masyarakat.

CEK KESEHATAN: Antrean orang tua saat akan memeriksakan anaknya di fasilitas kesehatan pertama Kota Mataram. 
CEK KESEHATAN: Antrean orang tua saat akan memeriksakan anaknya di fasilitas kesehatan pertama Kota Mataram. 

Kini, posyandu menjadi ruang edukasi yang lebih luas, mencakup pendidikan, ketertiban sosial, hingga perilaku hidup bersih dan sehat.

“Selama ini masyarakat kenal posyandu hanya untuk layanan kesehatan, padahal tidak seperti itu. Posyandu memiliki layanan terintegrasi,” tegasnya.

Selain kegiatan skrining di posyandu, tim dari Dikes Kota Mataram juga aktif melakukan edukasi di luar.

Mereka rutin memberikan penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut di berbagai lembaga masyarakat serta sekolah.

“Harapan kami, masyarakat memiliki kesadaran untuk melakukan pemeriksaan rutin kesehatan gigi minimal enam bulan sekali guna mendeteksi dan mengatasi masalah kesehatan mulut sejak dini,” tandasnya. (chi/r7)

Editor : Kimda Farida
#Edukasi #Posyandu #skrining #mulut #GIGI