Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

80.000 Bibit Cabai Kendalikan Inflasi, Kominfo Tanggapi Kritik tentang Lahan Pertanian Menyempit

Lombok Post Online • Senin, 16 Juni 2025 | 17:22 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost – Harga cabai yang kerap naik turun memicu kekhawatiran inflasi.

Untuk menekan gejolak harga, Pemerintah Kota Mataram mencanangkan Gerakan Tanam Cabai Serentak, Senin (16/6).

Program ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan rumah tangga dan menstabilkan pasokan cabai lokal.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram Nyoman Suwandiasa mengatakan, gerakan ini melibatkan puluhan ribu warga dari berbagai kalangan.

“Sekitar 80.000 peserta dari berbagai kalangan akan ambil bagian dalam pencanangan tersebut,” katanya, Minggu (15/6).

Nyoman menegaskan, gerakan ini bukan sekadar seremoni. “Ini sebagai bagian dari gaya hidup yang berkelanjutan. Dengan demikian, pasokan cabai lokal bisa stabil dan ketergantungan pada pasokan luar bisa dikurangi,” jelasnya.

Ia menyebut, tim khusus juga sudah dibentuk dan langsung diketuai Wali Kota untuk mengawal proses penanaman hingga panen. Gerakan ini mengerahkan seluruh komponen masyarakat, dimotori OPD, Dharma Wanita, dan PKK.

Nyoman juga menanggapi kritik warganet yang menyebut program ini ironis di tengah lahan kota yang makin sempit. “Ya, sebagai sebuah kota persoalan lahan ini kan menjadi dilematis ya,” ucapnya.

Menurutnya, kota membutuhkan lahan untuk investasi, tetapi pemanfaatannya sudah diatur. Apalagi pemerintah pusat telah mengatur lahan terbangun tidak boleh melebihi 20 persen dari total wilayah kota. Karena itu, Pemkot berharap gerakan ini menjadi langkah konkret menjaga stabilitas harga cabai tanpa terus bergantung pada pasokan luar daerah.

Dukungan juga datang dari DPRD Kota Mataram. Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram Shinta Primasari mendorong warga memanfaatkan pekarangan agar tidak bergantung sepenuhnya pada cabai pasar.

“Jadi waktu reses kemarin ada kepala sekolah TK di Pagutan meminta bibit cabai,” tuturnya.

Shinta mengingatkan, langkah sederhana ini bisa berdampak besar karena cabai adalah salah satu penyumbang inflasi di NTB.

“Gerakan apapun meski kecil sangat berguna untuk memulai. Daripada kita banyak mengeluh. Percuma mengeluh nggak akan selesaikan masalah,” ucap politisi Demokrat ini.

PEDAS: Seorang pedagang di pasar memperlihatkan cabai yang dijualnya. 
PEDAS: Seorang pedagang di pasar memperlihatkan cabai yang dijualnya. 

Ia juga telah membagikan puluhan bibit cabai untuk memulai gerakan dari keluarga. “Saya bagikan 50 bibit cabai untuk wali murid. Ini juga ide dari kepala sekolah dan akhirnya bisa direalisasikan untuk menanam cabai,” katanya. (zad/r7)

Editor : Pujo Nugroho
#Ketahanan Pangan #Tanam #Inflasi #Cabai #pasokan