Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Puskesmas Sediakan Layanan Skrining Kesehatan Jiwa, Ada Sekolah Model Kejiwaan untuk Edukasi Kesehatan Mental

Lombok Post Online • Senin, 16 Juni 2025 | 17:22 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Puskesmas di Kota Mataram kini membuka layanan skrining kesehatan jiwa untuk mendeteksi gangguan mental sejak dini.

Langkah ini menjadi bagian dari implementasi program pelayanan kesehatan paripurna dalam RPJMD Kota Mataram.

Pihaknya menyiapkan programmer kesehatan jiwa tersebut di fasilitas layanan pertama, puskesmas.

“Itu sudah kita jalankan ya, dengan menyediakan programer kesehatan jiwa di puskesmas,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr Emirald Isfihan.

Dalam draf RPJMD, aksi yang direncanakan adalah menyiapkan layanan kesehatan mental bagi warga kota, terutama Gen Z, melalui konseling dan layanan psikiater di tingkat puskesmas.

Meski demikian, hal ini tidak menghambat langkah Dinas Kesehatan Kota Mataram dalam menangani persoalan kesehatan jiwa masyarakat.

Puskesmas tetap memainkan peran krusial sebagai garda terdepan dalam skrining dan deteksi dini masalah kesehatan jiwa, sementara kasus yang lebih berat dirujuk ke rumah sakit jiwa.

Emirald mengaku, saat ini Puskesmas belum memiliki psikiater. Sebagai gantinya, telah disiapkan programer jiwa dan program kesehatan jiwa yang dinilai berjalan efektif.

“Psikiater itu dibutuhkan untuk tingkat lanjut stres dan gangguan jiwa yang parah. Kalau sudah seperti itu, kami sudah bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Rumah Sakit Jiwa (RSJ),” terang Emirald.

Lebih lanjut, Emirald memaparkan, fokus utama Puskesmas adalah skrining kesehatan jiwa. Dari hasil skrining ini, bisa mengidentifikasi individu berisiko tinggi yang membutuhkan konsultasi dengan dokter jiwa.

“Memang ranah psikiater itu di rumah sakit, sedangkan Puskesmas hanya skrining kejiwaan,” tegasnya.

Puskesmas juga dilengkapi dengan asesmen dan alat pemeriksaan kesehatan jiwa yang memadai. Efektivitas program ini terlihat dari sejumlah inisiatif yang telah berjalan.

Salah satunya adalah program Sekolah Model Jiwa di SMPN 15 Mataram, yang rutin memberikan edukasi kepada siswa dan membentuk kader kesehatan jiwa.

Selain itu, ada layanan IPKP (Inovasi Pelayanan Kesehatan Primer) yang juga mencakup skrining jiwa.

“Kalau stres, masyarakat bisa konsultasi ke Puskesmas. Kami bisa menilai tingkat gangguan kejiwaannya,” ujar Emirald.

Sejauh ini, banyak pasien dengan gangguan jiwa berat telah dirujuk ke RSJ.

Penanganan kasus akut juga menjadi prioritas. Dinas Kesehatan Kota Mataram memiliki Tim Pengendali Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) yang aktif menangani pasien gangguan jiwa akut, seperti mereka yang mengamuk.

TPKJM merupakan tim lintas sektor yang melibatkan Dinas Kesehatan Kota Mataram, Dinas Sosial Kota Mataram, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), kecamatan, dan kelurahan.

Kolaborasi ini memastikan penanganan yang komprehensif bagi individu dengan gangguan jiwa.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr Emirald Isfihan Katakan Puskesmas Berikan Layanan Kesehatan Jiwa
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr Emirald Isfihan Katakan Puskesmas Berikan Layanan Kesehatan Jiwa

“Kalau ada yang mengamuk, pasti melapor,” tandasnya. (chi/r7)

Editor : Pujo Nugroho
#gangguan mental #Kesehatan #Puskesmas #kesehatan jiwa #rumah sakit