LombokPost - Aroma nostalgia bakal meruap di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan akhir pekan ini.
Ratusan motor klasik dari berbagai komunitas dijadwalkan memadati area tersebut dalam Mataram Klasik Festival yang digagas Dinas Pariwisata Kota Mataram.
Festival ini menjadi terobosan baru setelah suksesnya Mataram Culture Festival 2025 di Teras Udayana.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra menegaskan, acara motor klasik ini bukan sekadar ajang pamer kendaraan lawas.
“Kami sengaja pilih RTH Pagutan karena lokasinya strategis dan nyaman untuk keluarga,” katanya.
Konsep festival dirancang menyatu dengan suasana ruang hijau. Pengunjung bisa menikmati deretan motor klasik dan benda-benda vintage sambil bersantai bersama keluarga di area taman.
Menurut Cahya, Wali Kota Mohan Roliskana juga mendukung penuh pemilihan lokasi yang representatif ini. Mataram Klasik Festival akan diikuti komunitas motor klasik dari dalam dan luar daerah.
Mereka akan memamerkan motor-motor legendaris dari berbagai era, lengkap dengan parade keliling RTH Pagutan. “Pelibatan komunitas ini penting agar wisata kita makin hidup,” ujarnya.
Tak sekadar tontonan, festival ini diharapkan menjadi magnet wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Dinas Pariwisata optimistis motor klasik memiliki basis penggemar yang loyal dan mampu menarik kunjungan lintas daerah.
“Kami optimis event ini punya efek domino untuk menarik tamu dari luar,” tutur Cahya.
Selain parade motor, pengunjung juga akan dimanjakan dengan kuliner khas Lombok. Panitia menyiapkan zona khusus untuk stand UMKM yang menampilkan produk-produk lokal.
“Jadi sambil lihat motor antik, pengunjung bisa icip kuliner dan belanja produk lokal,” imbuhnya.
Festival ini tidak hanya mendorong sektor wisata, tetapi juga memberi ruang promosi bagi pelaku usaha kecil di Mataram. Selama acara berlangsung, pengunjung diharapkan lebih mengenal ragam kuliner dan kerajinan tangan warga setempat.
“Kami ingin festival ini memberdayakan ekonomi warga, bukan cuma pamer motor,” tegas Cahya.
Sinergi antara budaya, komunitas motor, kuliner, dan UMKM ini diharapkan menjadi pola baru pengembangan wisata Kota Mataram berbasis komunitas. Konsep ini dinilai lebih membumi dan berdampak langsung ke warga.
“Momentum ini harus jadi langkah nyata membangkitkan pariwisata kita dari akar rumput,” pungkasnya.
Mataram Klasik Festival dijadwalkan digelar hari ini, 21 Juni 2025. Terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi hiburan alternatif yang menyenangkan sekaligus membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. (zad/r7)
Editor : Siti Aeny Maryam