Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dewan Bidik Fee Siluman Proyek OPD, Kepatuhan dan Rekanan Fiktif Disorot

Lombok Post Online • Sabtu, 21 Juni 2025 | 21:46 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Anggaran daerah Kota Mataram, tercoreng ulah internal sendiri.

Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap praktik fee siluman dalam belanja barang dan jasa di 20 OPD (tertulis: SKPD).

Modusnya sederhana tapi licin. OPD pinjam nama penyedia barang dan jasa, cairkan dana, lalu kembalikan ke kas OPD setelah dipotong fee 2–10 persen untuk si ‘penyedia fiktif’.

Total uang rakyat yang lolos dalam skema ini mencapai Rp 280.881.000, hanya untuk “ongkos pinjam bendera”.

Ketua Komisi 3 DPRD Kota Mataram Abd Rahman, langsung angkat suara begitu temuan ini muncul di media.

“Ini sudah jadi temuan resmi BPK dan harus dikembalikan ke daerah,” tegasnya.

Ia menilai selama ini OPD terlalu nyaman jadi eksekutor, padahal urusan belanja barang dan jasa harusnya diserahkan ke pihak ketiga yang sah. “OPD itu jangan jadi pelaksana langsung, serahkan ke kontraktor biar ekonomi jalan,” katanya lagi.

Data BPK membuktikan betapa terstruktur pola main ini. Di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, misalnya, dari belanja Rp 141 juta lebih, fee yang diberikan mencapai Rp 3,7 juta. Dinas Perdagangan malah berani Rp 26 juta fee dari belanja Rp 328 juta.

Menurut Rahman, ini tak hanya soal administrasi yang menabrak aturan. Kualitas pekerjaan pun terancam jeblok karena nama perusahaan hanya dipajang di atas kertas, sementara eksekusi sebenarnya dilakukan langsung oleh OPD.

“Kalau pinjam bendera begini, kualitas pasti terdampak. Kita hindari itu. Ini uang rakyat, harusnya balik ke rakyat dalam bentuk hasil pekerjaan yang baik,” tegasnya. 

Yang paling bikin merinding, Bappeda Kota Mataram. Dari satu dinas perencana saja, nilai belanja barang dan jasanya membengkak sampai Rp 728 juta lebih, dengan fee yang disetor ke ‘penyedia’ tembus Rp 44,8 juta.

Untungnya, dalam catatan BPK, Bappeda jadi satu-satunya yang terkonfirmasi mengembalikan semua fee ke kas daerah.

Sekretariat Daerah pun kecipratan pola sama, Rp 10,1 juta fee, padahal anggaran mereka menembus setengah miliar rupiah.

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

Kecamatan Cakranegara pun kena, Rp 2,8 juta fee, dari belanja Rp 27 juta. Kecamatan Sekarbela juga tak ketinggalan: Rp 6,1 juta fee dari Rp 117 juta.

Dinas Pariwisata Rp 5,1 juta fee dari belanja Rp 489 juta lebih. Kecamatan Mataram: Rp 8,2 juta fee dari Rp78 juta anggaran.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Rp 9,6 juta fee dari Rp 180 juta. Kecamatan Sandubaya, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, sampai Kecamatan Selaparang jatah fee masing-masing Rp 5,6 juta, Rp 19,2 juta, dan Rp 12,1 juta.

Kalau seluruhnya dijumlah, total anggaran belanja bersih dari 20 OPD ini Rp 4,7 miliar lebih. Fee yang merembes ke kantong ‘penyedia fiktif’ totalnya Rp 280.881.000.

Dari jumlah segede itu, baru Rp 44,8 juta yang terkonfirmasi balik ke kas daerah. Artinya, masih ada sisa fee Rp 236 juta lebih yang hilang entah ke mana. Fee siluman dipecah merata, nyaris tak terdeteksi kalau tak dibongkar BPK.

“Ini kan sudah setengah lebih OPD kita yang bermain pinjam bendera. Kalau dibiarkan, habis uang rakyat dipakai fee dan kualitas kerja turun,” Rahman geram.

Ia memastikan Komisi 3 tak akan diam. Nama-nama perusahaan penyedia palsu bakal ditelusuri. “Kami akan follow-up, Fungsi pengawasan DPRD jalan terus. Kalau masih ada OPD main begini, siap-siap ditindak,” tegasnya.

Kisah fee siluman di balik belanja barang dan jasa ini sekali lagi menampar kepercayaan publik. Tak sedikit warga Mataram berharap uang APBD turun untuk perbaikan jalan, penataan pasar, atau layanan publik yang lebih layak.

Sayangnya, sebagian malah mampir ke kantong fee abal-abal. “Kalau ini dijadikan proyek untuk fee, kualitas kerja turun, rakyat rugi. Kita tidak mau itu terjadi. Komisi 3 akan kawal,” tegas Rahman.

Kini, publik menunggu bukti, apakah data BPK ini berakhir di ruang sidang saja, atau benar-benar disapu bersih hingga ke akar modusnya.

Dari jajaran eksekutif, sikap para kepala OPD beragam. Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Lalu Samsul Adnan, menegaskan masalah sudah beres di Inspektorat.

Nada serupa datang dari Kepala BKPSDM Taufik Priyono, yang menegaskan Inspektorat jadi pendamping BPK saat audit.

Namun Kepala Inspektorat sendiri, Baiq Nelly Kusumawati, hingga kini belum buka suara untuk publik. Kepala Dinas Pariwisata, Cahya Samudra, meminta waktu. “Kami kroscek dulu, supaya tidak keliru beri keterangan,” ujarnya.

Ketua Komisi 3 DPRD Kota Mataram Abd Rahman, langsung angkat suara begitu temuan ini muncul di media.
Ketua Komisi 3 DPRD Kota Mataram Abd Rahman, langsung angkat suara begitu temuan ini muncul di media.

Dari level camat, Irfan Syafindra S, Camat Cakranegara, mengatakan fee siluman itu sudah dikembalikan ke kas daerah.

Sementara Plt Kepala Bappeda yang juga Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Ramadhani, menegaskan hal senada.

“Sudah dikembalikan,” ucapnya.

Kepala Diarpus Jimmy Nelwan hanya membalas dengan emotikon tangan menangkup, tanpa penjelasan kata. Beberapa lainnya seperti Camat Sandubaya Henny Suyasih dan Kepala DP2KB Muhammad Carnoto hingga berita ini rampung, belum juga memberi tanggapan.

GRAFIS

Daftar Pemberian Fee dari SKPD

SKPD                           Nilai Belanja (Rupiah)              Fee                   Nilai Dikembalikan ke SKPD

DP2KB                        141.075.121                            3.738.000        137.337.121

Dinas PUPR               198.333.103                            19.153.000      179.180.103

Dinas Perdagangan    328.298.385                            26.392.000      301.906.385

Kecamatan Ampenan 59.054.074                              3.094.000        55.960.074

Disperinkop UKM        279.869.568                            30.910.000      248.959.568

Sekretariat Daerah     508.474.144                            10.182.000      498.292.144

Dinas Sosial                93.340.958                              9.776.000        83.564.958

Bappeda                      728.332.603                            44.862.000      683.470.603

BKPSDM                    253.670.828                            21.316.000      232.354.828

Kecamatan Cakranegara       27.539.398                  21.316.000      24.720.398

Dinas Kesehatan        60.406.325                              6.722.000        53.684.325

Kecamatan Sekarbela            117.751.882                6.142.000        111.609.882

Sekretariat DPRD       158.180.000                            6.363.000        151.817.000

Dinas Pariwisata         489.824.038                            5.118.000        484.706.038

Kecamatan Mataram  78.974.470                              8.213.000        70.761.470

Diarpus                       180.110.951                            9.600.000        170.510.951

DLH                             407.715.712                            29.398.000      378.317.712

Kecamatan Sandubaya

113.694.845                              5.669.000        108.025.845

DP3A                          248.120.445                            19.229.000      228.821.445

Kecamatan Selaparang         

230.104.851                            12.115.000      217.989.851. (Zad)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post
Editor : Siti Aeny Maryam
#fee #fiktif #belanja #opd #temuan #bpk