LombokPost - Seorang mahasiswa Program Studi Akuntansi berinisial AAN dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) di salah satu universitas negeri di Mataram tengah menjadi sorotan.
AAN, yang dikenal dengan mahasiswa yang memiliki gaya hidup yang mencolok dan sering terlihat seperti berasal dari keluarga berada.
Namun mahasiswa ini diduga terlibat dalam praktik peminjaman uang yang tidak pernah dikembalikan kepada sejumlah rekannya.
Menurut informasi yang dihimpun tim media kampusnya, setidaknya sepuluh mahasiswa FEB telah menjadi korban dugaan penipuan ini.
Sehingga jika ditotal, kerugian yang dilaporkan ditimbulkan mahasiswa ini mencapai sekitar Rp8,6 juta.
Modus operasi AAN dalam meminjam uang bervariasi, mulai dari alasan keperluan mendesak, lupa membawa dompet, hingga belum menerima kiriman uang dari orang tua.
Salah satu korban, yang berinisial FR, mengungkapkan bahwa AAN meminjam Rp1.200.000 dua bulan lalu dan hingga kini belum ada kabar mengenai pengembaliannya.
Penampilan AAN yang mewah disebut-sebut menjadi faktor utama mengapa banyak mahasiswa percaya dan bersedia meminjamkan uang kepadanya.
Korban lain, HY, menceritakan bahwa AAN memang sempat membayar sebagian kecil dari utangnya, namun mengabaikan pinjaman dengan nominal yang lebih besar.
"Dia bayar utang-utang kecilnya aja, tapi utang besar enggak dibayar. Saat ditanya pun banyak alasannya," ujar HY.
HY bahkan mengaku sudah mendatangi rumah AAN, namun hanya bertemu dengan orang tuanya.
Pihak keluarga menyatakan tidak mengetahui perihal kejadian ini dan mengungkapkan bahwa AAN sebenarnya berasal dari latar belakang ekonomi menengah biasa.
Hingga berita ini diterbitkan, mahasiswa inisial AAN belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi.
Tim MEDIA kampus telah mencoba menghubungi AAN melalui WhatsApp, namun belum mendapatkan respons.
Para korban sangat berharap AAN segera memberikan kejelasan dan memenuhi kewajibannya.
Mereka juga meminta pihak kampus dan keluarga AAN untuk turut membantu menyelesaikan masalah ini dengan baik.***
Editor : Fratama P.