Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kerja Keras Dapur Umum Siapkan Ribuan Nasi Bungkus, Sinergi Pemprov dan Pemkot Tangani Dampak Banjir

Lombok Post Online • Rabu, 9 Juli 2025 | 12:27 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost – Di tengah jalanan yang masih dipenuhi lumpur dan sisa banjir, sederet toples warna-warni berjajar di meja kayu depan rumah bercat hijau toska itu.

Isinya macam-macam: sirup merah, tape, agar-agar, cincau, dan es batu yang mencair pelan-pelan.

Di balik meja, seorang perempuan tengah merapikan botol air mineral dan gelas plastik. Neni, pedagang es rumahan di Lingkungan Kebon Duren, Kelurahan Selagalas, Kota Mataram.

“Meja jualan saya masih bisa dipakai,” lirihnya, Selasa (8/7).

Warung es kecil yang ia buka di beranda rumahnya ini sudah ia jalankan sejak lama. Namun banjir besar Minggu (6/7) membuat segalanya porak poranda.

“Air naik sampai pinggang. Kursi, ember, toples, semua hanyut,” tuturnya.

Tapi ia hanya butuh waktu satu-dua hari pascabencana untuk kembali bangkit berdiri. Neni dan warga lainnya kembali bangkit menjalani hidup dan membersihkan sisa-sisa kerusakan bencana banjir.

Dengan bahan seadanya dan bantuan air galon dari relawan dapur umum, ia mencoba menata kembali warung es miliknya yang dulu menjadi tempat anak-anak dan tetangga berteduh sambil menikmati segelas es manis.

“Saya nggak bisa nunggu dapet bantuan baru mulai lagi. Ini rumah saya, ini warung saya. Dari sini saya bangkit,” tegasnya.

Di seberang jalan, warga dewasa tampak sibuk mencuci alat rumah tangga yang tersisa, menyapu lumpur, dan mengeringkan kasur. Tapi dari warung es kecil itu, kehidupan mulai terasa lagi

“Kalau anak-anak udah beli es, udah ketawa-ketawa lagi, tandanya kampung ini mulai sembuh,” ucapnya kemudian.

Sementara itu, di dapur umum utama yang berada di depan Pendopo Wali Kota Mataram, ribuan nasi bungkus terus diproduksi tiap hari.

Siti Aisyah, Kepala Dapur Umum Kota Mataram, menyebut mereka harus melayani warga dari enam kecamatan terdampak: Ampenan, Mataram, Cakranegara, Sandubaya, Sekarbela, dan Selaparang.

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

“Kami layani 3 ribu siang, 3 ribu malam. Tapi karena sebelumnya sempat sebulan di tenda Bintaro (menangani warga Pondok Prasi, Red), banyak relawan yang sekarang kelelahan,” jelasnya.

Meski begitu, ia memastikan semua layanan dapur umum tetap berjalan. “Yang utama adalah semangat warga untuk bangkit. Itu yang tidak boleh padam,” katanya.

Di berbagai titik, seluruh jajaran ASN Pemprov NTB dan Pemkot Mataram, bersama TNI, kepolisian dan masyarakat bahu-membahu menangani dampak dari banjir.

Sampah, lumpur, material bangunan, dan lainnya dibersihkan secara gotong royong. Jalanan yang kemarin tergenang, kini perlahan mulai bisa dilalui kembali.

Penanganan dampak banjir lebih cepat dari kolaborasi Pemkot Mataram dengan Pemprov NTB.

Sinergi ini merupakan cerminan kekompakan menghadapi dampak bencana bersama masyarakat.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menekankan sebagai ibu kota provinsi, Kota Mataram harus dipulihkan secepat mungkin.

“Mataram adalah wajah NTB. Penanganan bencana di sini adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Ia meminta semua unsur pemerintah provinsi dan kota untuk bahu-membahu membantu rehabilitasi dan pemulihan.

Sementara itu, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, dalam laporannya menjelaskan sejak hari pertama banjir, Pemkot Mataram langsung bergerak cepat.

“Saat ini fokus kami adalah rehabilitasi kawasan terdampak,” ujarnya.

Peta intervensi sudah dibuat, dan ASN Kota Mataram diliburkan sementara untuk turun langsung membersihkan lingkungan.

“Saya tak ingin ada tanggung jawab yang hanya diselesaikan dari balik meja,” tegasnya.

Besok pun, katanya, pembersihan akan dilanjutkan, khususnya di jalan lingkungan yang belum bisa dilalui kendaraan berat.

Sedangkan untuk distribusi logistik, Pemkot menggunakan sistem satu pintu lewat Posko Induk di kantor wali kota.

“Supaya bantuan seperti makanan, kasur, selimut, dan lainnya tepat sasaran,” tambahnya.

Dinas PUPR Kota Mataram telah diminta melakukan asesmen terhadap jembatan-jembatan yang terdampak banjir, terutama akibat tumpukan sampah yang menyumbat aliran air.

Beberapa akses masih harus dibersihkan secara manual karena kendaraan berat tidak bisa masuk.

Warga yang sebelumnya mengungsi pun sebagian besar sudah kembali ke rumah masing-masing. Namun bagi yang rumahnya rusak parah, penanganan mulai difokuskan.

MENGGODA: Tampak dari dalam lapak es di Kebon Duren, Selagalas, Kota Mataram, Selasa (8/7).
MENGGODA: Tampak dari dalam lapak es di Kebon Duren, Selagalas, Kota Mataram, Selasa (8/7).

“Ada rumah yang roboh total, jadi prioritas kami untuk bantuan pemulihan,” ucapnya.

Pemerintah juga memastikan layanan kesehatan, air bersih, dan pemantauan kondisi sosial warga tetap berjalan. Petugas dari berbagai OPD dikerahkan ke titik-titik terdampak. (van/zad/r9)

Editor : Kimda Farida
#Kota Mataram #relawan #lumpur #Banjir #Bencana #kampung