LombokPost – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Lembar kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Kota Mataram yang terdampak banjir besar.
Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung oleh General Manager Pelindo Lembar, Kunto Wibisono, kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis, 10 Juli 2025.
Prosesi serah terima berlangsung di Posko Induk Tanggap Darurat BPBD NTB yang berlokasi di Kantor Gubernur.
Bantuan yang diserahkan Pelindo Lembar mencakup beragam kebutuhan esensial yang sangat mendesak bagi para korban banjir.
Ini meliputi alat kebersihan untuk membantu sanitasi pascabanjir, bahan makanan guna memastikan kebutuhan gizi terpenuhi, kain sarung untuk memberikan kehangatan di tengah kondisi yang sulit, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya yang krusial selama masa pemulihan.
Penyaluran bantuan ini merupakan respon cepat PT Pelindo Lembar untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak parah oleh bencana dan juga untuk membantu tim penanggulangan bencana yang saat ini masih berjuang.
"Kami sangat prihatin dengan musibah banjir yang menimpa Kota Mataram. Bantuan ini adalah wujud empati dan komitmen kami untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan," ujar Kunto Wibisono.
Bantuan ini sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan, khususnya pada aspek tanggap darurat bencana dan kemanusiaan.
Pihaknya berharap dukungan ini dapat sedikit meringankan beban dan mempercepat proses pemulihan bagi para korban.
Banjir Terbesar dalam Beberapa Tahun Terakhir Landa Kota Mataram.
Bencana banjir yang melanda Kota Mataram pada Minggu (6/7) lalu tercatat sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Curah hujan dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur selama hampir lima jam tanpa henti memicu luapan signifikan pada Sungai Ancar, Kali Unus, serta beberapa anak sungai lainnya.
Akibatnya, enam kecamatan di Kota Mataram terendam banjir parah, dengan ketinggian air di beberapa wilayah terdalam mencapai 2 hingga 2,5 meter.
Kondisi ini tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga menyebabkan kerusakan serius pada fasilitas umum dan akses jalan, melumpuhkan sebagian besar aktivitas warga.
Menyikapi kondisi darurat ini, Pemerintah NTB telah secara resmi menetapkan status darurat bencana selama 14 hari terhitung sejak 6 Juli 2025.
Fokus penanganan tanggap darurat saat ini adalah pada upaya evakuasi dan penyelamatan warga, distribusi bantuan logistik secara merata, serta percepatan pemulihan infrastruktur dasar dan layanan publik yang vital.
Pelindo Lembar Berkomitmen Kuat dalam Kemanusiaan dan Lingkungan melalui aksi nyata penyaluran bantuan ini.
PT Pelabuhan Lembar menegaskan kembali komitmen kuatnya dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), khususnya dalam sektor kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Pelindo Lembar berharap bahwa bantuan ini tidak hanya sekadar donasi, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan solidaritas yang lebih besar untuk membantu memulihkan kondisi masyarakat pascabanjir secara menyeluruh.
Komitmen ini sejalan dengan visi perusahaan sebagai penyedia layanan pelabuhan yang tidak hanya mengutamakan keunggulan dalam operasional bisnisnya, tetapi juga menjunjung tinggi tanggung jawab sosial terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Pelindo Lembar berkomitmen untuk terus menjadi bagian integral dari kemajuan dan kesejahteraan komunitas di wilayah operasionalnya. (nur)
Editor : Jelo Sangaji