Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Potret Mobil Tua Damkarmat Kota Mataram Bikin Turis Berhenti Melangkah, Sejarah yang tak Dibuang

Lombok Post Online • Kamis, 24 Juli 2025 | 14:34 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

Deretan kendaraan berjejer di bawah atap beton yang gelap.

Satu di antaranya, mobil pemadam tempo dulu yang seperti keluar dari arsip sejarah.

TUA, merah pudar, dan mengundang rasa ingin tahu.

Itulah kesan yang seketika terasa begitu melihat mobil pemadam kebakaran tua di garasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Mataram.

Dua orang tiba-tiba berhenti di sana. Satu mengenakan gaun bunga-bunga, satunya lagi mengenakan celana pendek dengan kamera tergantung di leher.

Mereka datang karena terpikat oleh pesona nostalgia. “Wow, is this really used for fire rescue (apakah ini benar-benar digunakan untuk penyelamatan kebakaran)?” ujar Maggie, salah satu dari mereka.

Ia kemudian memotret mobil pemadam bergaya klasik, terparkir di sebelah bus dinas berpelat DR 7269 AB. Pertanyaan yang tentu saja mereka sudah paham jawabannya – itu sekedar pajangan menjaga kenangan.

Mobil tua itu bukan kendaraan biasa. Ia adalah saksi bisu perjalanan panjang Damkarmat Kota Mataram dari masa ketika teknologi masih sederhana hingga kini, dipersenjatai sistem hidrolik dan pemantauan digital.

Di balik tampilan yang usang, mobil pemadam merah pudar itu memuat jejak kerja-kerja heroik para abdi penyelamat api.

Badannya yang kekar menyimpan selang air besar dan klakson mekanik terdengar lantang saat melintasi jalan-jalan sempit Kota Mataram di era 1980-an.

Tulisan “PEMADAM KEBAKARAN KOTA MATARAM” di bodinya sudah mulai memudar.

“Tapi itu yang memberi nuansa otentik,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Pemadaman Kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Mataram Multazam, dalam kesempatan berbeda.

Tak heran, kendaraan ini sering mencuri perhatian siapa saja yang lewat.

Tak terkecuali, pelancong asing yang mungkin tak sengaja menemukan museum hidup di tempat yang tak disangka-sangka.

“Sekarang jadi media wisata edukasi bagi anak-anak TK dan SD,” imbuhnya.

Ia menegaskan, kendaraan itu bukan bangkai kendaraan.

“Ini simbol sejarah penyelamatan kota,” tegasnya.

Tak jauh dari si mobil tua, berdiri kokoh armada pemadam modern.

Salah satunya kendaraan berkelir merah mengilap, dilengkapi sirine digital dan tangki besar.

Di sinilah perpaduan antara masa lalu dan masa kini bertemu—tanpa saling meniadakan.

TERPUKAU: Dua orang wisatawan mancanegara yang tengah melihat kendaraan tua Damkarmat Kota Mataram, Rabu (23/7).
TERPUKAU: Dua orang wisatawan mancanegara yang tengah melihat kendaraan tua Damkarmat Kota Mataram, Rabu (23/7).

Damkarmat saat ini terus berupaya menambah armada baru dan meremajakan fasilitas.

Namun, sebagian kendaraan lama tetap dipelihara bukan untuk operasional, melainkan “penjaga ingatan”.

“Dulu dipakai saat kebakaran di Ampenan, di Cakranegara, bahkan ketika air sulit dijangkau, petugas memikul selang sambil berlari,” tuturnya.

Fungsi Damkarmat sekarang bukan hanya soal menyiram api.

Mereka juga turun saat banjir, evakuasi sarang tawon, penyelamatan kecelakaan lalu lintas, hingga menangkap ular yang masuk rumah warga.

“Sejak nama dinas berubah, tugas kami semakin kompleks,” ucapnya.

Kehadiran dua turis asing itu menegaskan, markas Damkarmat adalah destinasi sejarah tersembunyi.

Di tengah geliat promosi wisata heritage dan kota tua, kehadiran mobil tua dapat menjadi latar foto yang mendunia. (LALU MOHAMMAD ZAENUDIN, Mataram/r9)

Editor : Kimda Farida
#Kota Mataram #Edukasi #kendaraan #Kebakaran #Damkarmat