Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Denyut Nyawa Eks Bandara Selaparang yang Aktif dan Produktif Selama FORNAS VIII, KORMI Jajaki Lokasi Berkuda dan Panahan

Lombok Post Online • Kamis, 31 Juli 2025 | 17:32 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost – Eks Bandara Selaparang yang selama ini terbengkalai kembali menggeliat.

Perhelatan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII 2025 menjadi momentum menghidupkan kembali kawasan seluas 67,98 hektare tersebut.

Ini sebagai pusat kegiatan olahraga masyarakat.

“Selama Fornas VIII, sejumlah induk organisasi olahraga (Inorga) bertanding di sini, seperti cabang layangan, sepeda BMX, serta Komite Sepeda Tua Indonesia (KOSTI),” kata Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Mataram Rudy Herlambang.

Pemanfaatan eks bandara ini bukan sekadar sementara, tetapi menjadi langkah strategis menjadikan area tersebut ruang publik yang aktif dan produktif dalam jangka panjang. Menurut Rudy, eks Bandara Selaparang memiliki keunggulan yang tidak dimiliki lokasi lain di tengah kota.

Area yang sangat luas dan lokasinya yang jauh dari keramaian jalan raya menjadikannya ideal untuk berbagai aktivitas olahraga masyarakat. Selain itu, faktor keamanan dan kenyamanan juga menjadi nilai tambah yang membuat lokasi ini sangat representatif.

“Kawasan ini sangat representatif untuk dimanfaatkan masyarakat daripada dibiarkan terbengkalai, justru lebih baik kita aktifkan kembali sebagai wadah berolahraga dan berekspresi bagi komunitas-komunitas olahraga rekreasi,” terangnya. 

Pemanfaatan eks bandara untuk kegiatan olahraga sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, area ini telah digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti airsoft gun, panahan, dan senam.

Rudy menambahkan, KORMI bahkan sedang menjajaki kemungkinan mengadakan olahraga berkuda dan panahan berkuda di kawasan ini. “Lintasan pacu yang panjang sangat mendukung, termasuk untuk kegiatan seperti drumband,” tambahnya.

Rudy juga menekankan, keberadaan aktivitas olahraga di lokasi ini justru dapat memberikan manfaat positif. Kegiatan tersebut tidak akan mengganggu pengguna jalan, pedagang, maupun aktivitas warga lainnya, melainkan memberikan alternatif ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas fisik secara aman dan terorganisir. 

Pemanfaatan eks Bandara Selaparang ini diharapkan dapat menjadi contoh bagaimana aset-aset pemerintah yang tidak terpakai bisa dioptimalkan kembali untuk kepentingan masyarakat. Usai Fornas VIII, KORMI Kota Mataram akan berkoordinasi dengan berbagai Inorga untuk mendorong agar kegiatan di eks Bandara Selaparang bisa diselenggarakan secara rutin. 

“Kami ingin area ini tetap hidup dan menjadi bagian penting dari gerakan membudayakan olahraga di tengah masyarakat,” pungkasnya. 

DIMANFAATKAN: Lahan eks Bandara yang rencananya, dikelola oleh Pemkot Mataram dijadikan sebagai venue Fornas VIII. 
DIMANFAATKAN: Lahan eks Bandara yang rencananya, dikelola oleh Pemkot Mataram dijadikan sebagai venue Fornas VIII. 

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menyatakan, pengelolaan eks bandara Selaparang akan dialihkan ke Pemkot Mataram. Namun, penataan kawasan eks Bandara Selaparang oleh Pemkot Mataram belum bisa dilaksanakan sepenuhnya karena belum adanya penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Angkasa Pura.

“PKS ini jadi syarat utama, karena menyangkut lahan milik PT Angkasa Pura, kami harap bisa segera ditandatangani,” tandasnya. (chi/r9)

Editor : Pujo Nugroho
#INORGA #Jangka Panjang #Fornas #Eks Bandara Selaparang #KORMI