LombokPost - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram kembali menegaskan komitmennya, menjaga keamanan dan kenyamanan para pesepeda di Kota Mataram, khususnya di kawasan Jalan Udayana.
Patroli rutin kini dilakukan setiap pagi, sore, dan malam untuk menertibkan kendaraan yang nekat menyerobot jalur khusus sepeda.
Patroli ini menjadi bagian dari langkah strategis Dishub menyusul masih seringnya jalur sepeda digunakan secara tidak semestinya oleh pengguna kendaraan, terutama sepeda motor.
Bahkan, sebagian warga menjadikan jalur tersebut sebagai tempat parkir dadakan atau tempat duduk santai.
“Kan sudah jelas ada rambunya, dilarang parkir di jalur sepeda sepanjang Jalan Udayana, tapi tetap saja ada yang parkir atau duduk di situ, padahal jalur itu dipakai warga untuk olahraga, bersepeda sore hari,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram Zulkarwin, Minggu (3/8).
Dishub mencatat, sejak dibukanya jalur sepeda di kawasan tersebut, terutama setelah adanya teras Udayana, minat masyarakat berolahraga di sepanjang jalan Udayana meningkat drastis. Tiap sore, jalur itu ramai dimanfaatkan warga, termasuk komunitas pesepeda.
Sayangnya, antusiasme ini tidak dibarengi kesadaran sebagian pengguna jalan, memarkir kendaraan sembarangan. Hal ini kerap menghalangi aktivitas warga yang menggunakan jalur sepeda sesuai peruntukannya.
Petugas patroli Dishub biasanya terlebih dahulu mengimbau pengendara agar memindahkan kendaraan dari jalur sepeda. Namun jika kendaraan ditinggal begitu saja tanpa pemilik, petugas terpaksa mengambil tindakan tegas.
“Biasanya kita panggil dulu satu dua kali, kalau tidak ada respons, kendaraan kita gembok,” tegasnya.
Ia menekankan langkah ini agar mereka paham jalur sepeda bukan tempat parkir. “Kita ajarkan warga untuk saling menghargai,” tekannya.
Menurut pantauan di lapangan, pelanggaran didominasi sepeda motor, meskipun ada juga beberapa kendaraan roda empat sempat tertangkap melanggar. Dishub memastikan patroli akan terus dilakukan secara konsisten sebagai bagian dari pembinaan dan penegakan aturan.
“Kita tidak langsung represif yang penting kesadaran dulu dibangun, tapi kalau tetap membandel, tentu kami tidak tinggal diam,” tegasnya. (zad/r9)
Editor : Pujo Nugroho