Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Detik-Detik Menuju Panen Sel Telur Perdana Bayi Tabung RSUD H Moh Ruslan Mataram, Antara Tegang dan Bangga

Lombok Post Online • Kamis, 7 Agustus 2025 | 23:41 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Di sebuah ruangan yang hening dengan pencahayaan putih dan standar tekanan udara steril, waktu seolah sedang disiapkan untuk berhenti.

Tepat di ruang tindakan IVF RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram.

Peralatan medis berjajar dalam posisi siaga, seolah menunggu satu tanggal sakral: 8 Agustus 2025.

 

Baca Juga: Program Bayi Tabung RSUD Ruslan Langkah Pertama Menuju Harapan

DI TANGGAL itu, rumah sakit kebanggaan warga Mataram ini akan secara resmi memulai sejarah barunya: layanan bayi tabung berbasis rumah sakit daerah pertama di Indonesia timur. Dan di jantung sistem ini, ada satu proses yang akan menjadi titik krusial bagi lahirnya harapan baru: panen sel telur, atau dalam istilah medis, Ovum Pick-Up (OPU).

“Proses ini adalah momen yang sangat menentukan, seolah kita memanen benih kehidupan, dan semua harus presisi tidak ada ruang untuk tergesa atau lengah,” terang dr. Hj. NK Eka Nurhayati, SpOG., SubspFER., M.Kes., M.Sc., Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram sekaligus dokter subspesialis fertilitas endokrinologi reproduksi.

Ruang tindakan IVF ini bukan ruang tindakan biasa. Dirancang dengan sistem sterilisasi udara bertekanan positif (positive pressure), ruangan ini dilengkapi mesin pemurni udara (HEPA filter) dan sistem monitoring suhu serta kelembapan yang stabil. “Tidak ada kontaminasi yang diizinkan masuk,” tekan dr. Eka.

Di tengah ruangan berdiri ranjang tindakan multifungsi, didampingi satu set mesin USG transvaginal, lampu tindakan dengan intensitas khusus, serta troli instrumen steril yang disusun rapi. Semua tertata. Semuanya menunggu dimulainya sejarah.

“Pasien nantinya akan dibawa ke sini setelah melalui protokol ketat,” kata dr. Eka.

Mulai dari ruang steril, persiapan anestesi ringan, hingga konfirmasi identitas yang berlapis. “Karena satu oosit pun sangat berharga,” imbuhnya.

Setelah pasien dibius ringan, tim dokter akan menggunakan USG transvaginal memandu jarum khusus masuk ke rongga ovarium. Jarum ini akan menyedot cairan folikel dari setiap kantong sel telur yang sebelumnya telah distimulasi dengan injeksi hormon.

“Setiap cairan folikel bisa mengandung satu sel telur matang, tapi itu tergantung banyak faktor: usia, kualitas ovarium, hingga respons terhadap stimulasi hormonal,” jelasnya.

Cairan yang keluar tidak langsung diperiksa di tempat. Ia akan ditransfer lewat jalur tertutup ke ruang laboratorium IVF yang hanya berjarak beberapa meter.

Di balik mikroskop, para embriolog akan memeriksa satu per satu. “Apakah sel telur berhasil diambil dan dalam kondisi baik,” ucapnya.

Meski kelihatannya seperti prosedur singkat, OPU adalah perpaduan antara sains tingkat tinggi dan ketelitian ekstrem. “Sel telur itu sangat sensitif, ia bisa rusak karena suhu, karena waktu, bahkan karena cara penanganan yang tidak lembut,” ujar dr. Eka.

Karena itu, tim IVF di RS Ruslan menjalani pelatihan intensif, termasuk studi banding di berbagai rumah sakit IVF nasional. “Memastikan bahwa protokol OPU di sini tidak main-main,” tekannya.

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

Bahkan, lanjut dr. Eka, dari sisi workflow, RS Ruslan mengintegrasikan seluruh sistem digital mulai dari pencatatan siklus, kesiapan ruang tindakan, hingga identifikasi laboratorium. Hal ini untuk mencegah kesalahan fatal seperti pertukaran embrio yang pernah terjadi di negara lain.

Panen sel telur bukan hanya tindakan biologis. Ia adalah puncak harapan dari pasangan yang selama ini menunggu kehadiran buah hati. Mereka yang datang ke ruang IVF bukan hanya membawa tubuh, tapi juga doa dan kecemasan.

“Kami sangat memahami bahwa tiap pasien datang dengan cerita yang tidak ringan,” ujar dr. Eka.

Ada yang sudah belasan tahun menikah. Ada yang pernah gagal. “Ada yang sudah mencoba berbagai cara dan ini adalah titik terakhir perjuangan mereka,” paparnya.

Karena itu, dr. Eka mengarahkan agar proses OPU tidak hanya dilihat dari sisi medis, tapi juga dijalankan dengan sentuhan empati. Tim keperawatan disiapkan memberi pendampingan sebelum dan sesudah tindakan.

Bahkan, kata dia, pasien diberi ruang diskusi untuk mengeluarkan unek-unek, pertanyaan, bahkan ketakutan mereka. Program bayi tabung di RS Ruslan tidak hanya menjadi terobosan medis, tapi juga langkah sosial dan politik kesehatan yang progresif.

Biaya programnya dirancang lebih terjangkau dibandingkan IVF di klinik swasta, dengan standar mutu yang tetap tinggi. “Kami ingin membuktikan bahwa teknologi reproduksi berbantuan bisa hadir di rumah sakit daerah, dan bisa diakses lebih banyak orang,” ujarnya. 

Menjelang tanggal peluncuran, ruang tindakan OPU tampak sepi. Tapi sepi yang penuh kesiapsiagaan.

Lampu tindakan sesekali diuji. Alat sterilisasi dicek ulang. Pendingin ruangan distabilkan.

Monitor di dinding menyala, menandakan waktu di ruangan ini sedang menunggu pasien pertamanya. Dr. Eka mengaku, ia deg-degan tapi juga bahagia.

MENJEMPUT SEJARAH: menyiapkan peralatan di ruang tindakan IVF (In Vitro Fertilization) RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, menjelang peluncuran layanan bayi tabung perdana pada Jumat, 8 Agustus 2025.
MENJEMPUT SEJARAH: menyiapkan peralatan di ruang tindakan IVF (In Vitro Fertilization) RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, menjelang peluncuran layanan bayi tabung perdana pada Jumat, 8 Agustus 2025.

“Kami sudah siapkan semua, tapi tetap, pasien pertama nanti akan jadi momen yang sangat emosional buat kami, karena itu adalah awal dari sejarah baru,” tegasnya. (zad/r9)

Editor : Pujo Nugroho
#bayi tabung #Mataram #Perdana #ruslan #RSUD