LombokPost – Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Yusuf, memberikan klarifikasi terkait rencana penutupan atau penggabungan salah satu sekolah dasar negeri akibat kekurangan murid.
Sekolah yang dimaksud dalam wacana penggabungan bukanlah SDN 36 Mataram, melainkan SDN 36 Ampenan.
Yusuf menjelaskan, SDN 36 Ampenan saat ini hanya menerima tiga siswa baru pada tahun ajaran 2025/2026.
“Ini perlu diluruskan, karena banyak yang menyebut SDN 36 Mataram,” tekannya, di sela acara peresmian program Bayi Tabung RSUD H Moh. Ruslan Kota Mataram.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran efektivitas proses belajar-mengajar jika sekolah terus dipertahankan dalam kondisi minim peserta didik.
Oleh karena itu, Dinas Pendidikan mengkaji opsi terbaik, termasuk kemungkinan penggabungan (merger) dengan sekolah terdekat.
Ia menegaskan, belum ada keputusan final terkait nasib SDN 36 Ampenan.
Evaluasi menyeluruh masih berjalan, termasuk peninjauan langsung ke lokas.
Kajian mencakup aspek geografis, kondisi fasilitas, jumlah guru, serta jarak dengan sekolah terdekat.
“Kita tetap melihat aspek kenyamanan siswa, efisiensi, serta potensi peningkatan kualitas pembelajaran, jangan sampai merger menyulitkan siswa dan orang tua,” jelas Yusuf. (zad/r9)
Editor : Kimda Farida