Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kualitas Makanan Disorot, Dewan Minta Pengawasan MBG Diperketat!

Lalu Mohammad Zaenudin • Rabu, 13 Agustus 2025 | 22:27 WIB
Nyayu Ernawati
Nyayu Ernawati

 

 

LombokPost – Di tengah sorotan publik terhadap kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG), anggota DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati menyampaikan kritik tajam. Ia menilai, distribusi makanan di sejumlah sekolah masih jauh dari layak dan tidak merata. 

“Banyak yang basi,” katanya, Selasa (12/3).

Program MBG sejatinya dirancang untuk menghadirkan makanan sehat dan bergizi bagi siswa. Namun, di lapangan, Nyayu kerap menemukan kenyataan sebaliknya. 

Menurutnya, masih ada makanan yang secara kualitas tidak memenuhi standar konsumsi, bahkan sudah berbau asam ketika sampai di tangan anak-anak. Legislator daerah pemilihan Ampenan itu menilai, pelaksanaan MBG tidak boleh dibiarkan berjalan tanpa pengawasan ketat. 

Ia menyebut semua pihak—pemerintah kota, guru, dan Dinas Kesehatan—punya tanggung jawab memastikan setiap siswa mendapatkan makanan yang aman. “Kalau dibiarkan, bisa berdampak buruk pada kesehatan,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Ia mengingatkan, program makan gratis yang digadang pemerintah pusat membawa anggaran besar, sehingga kualitasnya harus sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Dalam pandangannya, pelaksanaan yang lemah justru merusak niat baik tersebut.

Sebagai solusi, Nyayu mengusulkan skema baru: dana MBG disalurkan langsung ke orang tua siswa. Dengan begitu, orang tua bisa menyesuaikan menu dengan kebutuhan gizi anak masing-masing, sementara pihak sekolah tetap melakukan pengawasan. 

“Sepuluh ribu ya sepuluh ribu, tanpa potongan,” ujarnya, menyinggung transparansi anggaran. 

Menurut Nyayu, langkah ini lebih efisien dan mencegah adanya pemotongan biaya di tingkat pelaksana. Selain itu, keterlibatan orang tua akan memastikan anak-anak mendapatkan makanan yang sesuai selera dan kondisi mereka. 

Nyayu juga menyoroti tata distribusi yang ia sebut “amburadul”. Ia menerima laporan dari banyak orang tua, makanan dimasak sejak malam sebelumnya, lalu disimpan hingga pagi, sehingga saat dibagikan di sekolah kondisinya menurun.

Masalah ini, katanya, banyak ditemukan di jenjang SMP dan SMA. Namun, para orang tua enggan berbicara terbuka karena alasan tertentu. “Kalau tidak percaya, turun langsung ke sekolah,” tantangnya. 

Lebih lanjut, Nyayu menekankan pengawasan kualitas makanan seharusnya menjadi bagian dari tugas Badan Gizi Nasional. Ia menyesalkan jika program sebesar MBG tidak dikontrol secara maksimal. 
Baca Juga: Kiprah Nyayu Ernawati, Sosok Kartini dari Ampenan

“Jangan sampai program bagus ini rusak di lapangan, kasihan anak-anak,” tutupnya. (zad/r9)

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kualitas Makanan Sekolah #Kritik DPRD Mataram #Nyayu Ernawati #Makan Bergizi Gratis #program mbg