Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Paskibraka Luar Negeri Mempromosikan Identitas Indonesia, Kerjakan Tugas Sampai Larut Malam Hingga Kena Hukuman

Lombok Post Online • Rabu, 20 Agustus 2025 | 13:56 WIB

 

NASIONALISME: Saat pengukuhan anggota Paskibraka KJRI Melbourne oleh Konjen KJRI Melbourne Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo, beberapa waktu lalu. 
NASIONALISME: Saat pengukuhan anggota Paskibraka KJRI Melbourne oleh Konjen KJRI Melbourne Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo, beberapa waktu lalu. 
 

LombokPost - Di tengah kesibukan menuntut ilmu di Monash University, Angga yang juga seorang pegawai Bank BTN memutuskan untuk mengejar mimpi masa kecilnya, yakni menjadi Paskibraka.

Keputusan ini membawanya pada perjuangan baru yang penuh tantangan, dari manajemen waktu hingga penempaan mental, demi mengibarkan Sang Merah Putih di tanah rantau. 

Kesempurnaan gerak langkah saat mengibarkan Sang Merah Putih di KJRI Melbourne dengan keputusannya bergabung dengan tim Paskibraka bukanlah hal yang mudah.

"Alasannya simpel sebenarnya, karena memang saya dari dulu ingin banget jadi Paskibraka, tapi tidak lolos,” tutur Angga. 

Kegagalan di masa lalu, baik saat SMA maupun saat daftar defile di kuliah, justru memotivasinya.

Kesempatan yang datang saat berada di Australia ia lihat sebagai satu kali seumur hidup di mana usia yang sudah matang, kebetulan lagi di Australia, dan ada kesempatan ini untuk mengibar.

 Baca Juga: Dua Paskibraka Nasional 2025, Dari Arena DBL ke Istana Negara

“Tapi waktu interview saya sampaikan, saya nothing to lose, karena memang ini salah satu impian yang saya ingin saya checklist, kalau diberikan kesempatan, saya akan lakukan dengan baik, kalau tidak ya saya nothing to lose, karena memang yaudah sih,” terangnya. 

Angga mengakui, awalnya ia sempat merasa menyesal karena latihan yang dijalani tidak semudah yang ia bayangkan. Namun, rasa lelah itu berganti menjadi rasa bangga dan kerinduan.

"Ternyata kurang lebih sama latihannya, tapi setelah saya jalani, enjoy, dan setelah ngibar, ternyata pengen lagi nih merasakan hal seperti itu," ungkapnya.

 Baca Juga: Sosok Bianca Alessia, Pembawa Baki Bendera dan 76 Anggota Paskibraka 2025

Di tengah padatnya jadwal kuliah dan tanggung jawab sebagai penerima beasiswa, Angga dan tim harus pandai memanajemen waktu.

Ada momen di mana ia harus mengerjakan tugas hingga larut, yang berujung pada terlambat latihan dan harus menanggung konsekuensi seperti denda lari atau push-up.

Namun, hal ini justru menempa mereka menjadi pribadi yang lebih disiplin.

“Pelajaran yang saya dapat adalah, usia dalam satu tim itu bukan halangan," kata Angga. 

Paskibraka KJRI Melbourne tahun ini memang diisi anggota dengan rentang usia yang jauh, dari yang paling muda kelahiran 2006 hingga Angga yang lahir pada tahun 1993.

“Yang tua mau komunikasi dengan yang muda, yang muda juga mau terbuka dengan yang tua, setiap masalah itu pasti bisa diatasi," tambahnya.

Bagi Angga, Hari Kemerdekaan memiliki makna mendalam, terlepas dari situasi politik yang ada.

Ia merasakan semangat nasionalismenya selalu bangkit setiap tanggal 17 Agustus.

"Rasa cinta ke Indonesia tidak bisa dibandingkan dengan situasi politik saat ini," tegasnya.

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

Menurut Angga, peran Paskibraka di luar negeri sangat penting dalam mempromosikan identitas Indonesia.

Pengalaman mengibarkan bendera di negara orang, di mana masyarakat dari berbagai budaya melihat, adalah kebanggaan tersendiri.

"Tindakan kita yang kita tunjukkan ke orang lain, yang bukan orang Indonesia itu, bisa menjadi label orang lain ke Indonesia," tutur Angga. 

Ia juga berpesan kepada mahasiswa Indonesia di luar negeri untuk terus membawa nama baik bangsa melalui tindakan dan promosi budaya.

Sebagai penutup, Angga juga berbagi tentang studinya di Monash University, yang dimulai pada Juli 2024 dan akan berakhir pada Desember 2025.

Ia mendapat beasiswa dari Bank BTN, tempat ia bekerja sebagai Priority Banking Head di kantor cabang Mataram.

“Jadi di sini saya mau menyampaikan kalau Bank BTN tidak cuma di kantor pusat aja yang dapat beasiswa ke luar negeri, tapi juga yang di kantor daerah asal mau ikut seleksinya dan persiapan dengan baik,” pungkasnya. (SANCHIA VANEKA, Mataram/r9)

Editor : Kimda Farida
#kjri #melbourne #monash university #australia #merah putih #paskibraka