LombokPost - Babak baru dalam pembangunan pasar ikan modern di kawasan Bintaro, Kecamatan Ampenan.
Pekan depan, lelang pembangunan los pasar ikan bersih akan segera dibuka dengan pagu anggaran senilai Rp 550 juta.
Para pedagang yang akan menempati los baru ini adalah mereka yang selama ini berjualan di Pasar Ikan Kebon Talo di Jalan Saleh Sungkar, dengan kondisi fasilitas seadanya.
“Tender pembangunan los pasar ikan bersih kami buka minggu depan dengan pagu Rp 550 juta," tutur Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram Irwan Harimansyah.
Irwan mengungkapkan, proyek ini menjadi bagian dari visi besar menciptakan pasar ikan higienis yang terintegrasi dengan rusunawa nelayan. Ia mengatakan anggaran tersebut difokuskan membangun 40 unit lapak pedagang ikan.
Lebih lanjut, Irwan menjelaskan bahwa setiap lapak memiliki ukuran 4x4 meter.
Para pedagang yang dikenal sebagai pengepul ikan laut, tidak hanya berasal dari Kota Mataram. Ada juga dari Lombok Timur, Lombok Barat, dan Lombok Tengah.
“Sudah kita informasikan kepada para nelayan, tidak ada yang keberatan, karena memang jalannya sudah bagus dan yang berjualan juga pengepul besar,” jelasnya.
Pembangunan tahap awal ini merupakan kelanjutan dari penataan lahan yang telah dilakukan pada tahun 2024 dengan anggaran Rp 400 juta. Irwan mengatakan proyek pasar ikan bersih ini adalah bagian dari konsep nasional pembangunan pasar ikan higienis yang terintegrasi.
Lokasinya pun dipilih strategis karena terhubung dengan kawasan perumahan nelayan, yaitu Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Bintaro. Irwan menambahkan, desain besar pasar ikan bersih ini sudah disiapkan dengan perkiraan kebutuhan anggaran mencapai Rp 14 miliar.
Angka yang fantastis ini sebanding dengan fasilitas pendukung yang akan dibangun, termasuk instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), ruang pendingin ikan (cold storage), hingga desain pasar yang menyerupai supermarket. “Tapi kan untuk saat ini bertahap dulu,” ucapnya.
Selain itu, area pinggir pantai akan ditata khusus sebagai lokasi lapak pedagang kuliner ikan. “Jadi masyarakat bisa datang ke areal itu, memilih jenis ikan yang diinginkan, kemudian dimasak langsung sesuai selera selanjutnya dinikmati di tempat sambil melihat suasana pantai," jelasnya.
Dengan konsep terintegrasi seperti ini, diharapkan pasar ikan Bintaro tidak hanya menjadi pusat perdagangan ikan, tetapi juga daya tarik wisata baru.
Hal ini diyakini akan meningkatkan nilai jual ikan, kesejahteraan nelayan di sekitarnya, serta menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pembangunan tahap pertama ini menjadi langkah krusial mewujudkan visi besar tersebut.
“Ya tentu ini potensi besar dan bagus,” tandasnya. (chi/r9)
Editor : Pujo Nugroho