Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Warga Pamotan dan Karang Jero Terima Bantuan Pascabanjir berupa Kompor, Tabung Gas, Selimut, dan Tikar, Sesuai Arahan dari Wali Kota dan Kolaborasi Di

Lombok Post Online • Senin, 8 September 2025 | 14:55 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost – Kamis pagi (4/9) di halaman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram terasa berbeda. 

Puluhan warga yang kini tinggal di hunian sementara (huntara) Pamotan dan Karang Jero berkumpul.

Proses penyaluran dilaksanakan secara simbolis. Mewakili Wali Kota Mataram, Plt Kepala Pelaksana BPBD Ahmad Muzaki menyerahkan bantuan pada warga. 

“Sesuai arahan dari pak Wali Kota, kami menyalurkan bantuan untuk warga korban banjir Kali Ancar, Juli lalu,” kata Kepala Dinas Perkim Kota Mataram M Nazaruddin Fikri.

Meski berlangsung sederhana, namun diwarnai rasa syukur warga. Kabid PSU Kurnia Muliadi dan Plt Kabid Perumahan I Made Wardana, juga turut mendampingi prosesi penyerahan.

“Ini wujud perhatian pemerintah kota kepada warga terdampak, bapak Wali Kota menekankan agar kebutuhan dasar penghuni huntara segera dipenuhi, terutama alat memasak dan perlengkapan tidur,” ujarnya.

 Baca Juga: Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kawal Perbaikan Sekolah Terdampak Banjir Mataram

Sejak awal, Wali Kota Mataram telah memberi arahan agar proses rehab-rekon pasca banjir berjalan cepat. Tidak hanya fokus pada perbaikan infrastruktur fisik, tetapi juga kebutuhan sehari-hari warga.

Karena itu, Dinas Perkim menggandeng BPBD, menyalurkan bantuan rumah tangga yang mendesak. Bantuan ini menjadi bagian penting dari strategi jangka pendek.

Adapun bantuan yang diserahkan antara lain, kompor, tabung gas, selimut, dan tikar. “Kompor dan gas adalah kebutuhan utama di huntara,” tekannya.

 Baca Juga: Ini Harus Dicontoh, PGRI Lotim Donasi Rp 127 Juta untuk Guru dan Siswa Terdampak Banjir Mataram

Tanpa itu, warga kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. “Tambahan selimut dan tikar juga diharapkan bisa menambah kenyamanan mereka,” imbuhnya.

Banjir besar di bantaran Kali Ancar pada awal Juli 2025 lalu merendam ratusan rumah warga di beberapa kelurahan. Gelombang air deras merendam ratusan rumah warga, memaksa ribuan keluarga harus direlokasi ke pengungsian.

Meski sudah dua bulan berlalu, sisa-sisa luka masih terasa. Banyak warga belum dapat pulih secara ekonomi  akibat banjir yang menyapu harta benda mereka tanpa sisa.

Di sinilah keberadaan huntara menjadi solusi tepat. Namun, belum cukup, memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari di lokasi itu tidak mudah.

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

Banyak penghuni yang sebelumnya mengandalkan dapur rumah masing-masing, kini harus berbagi ruang dan fasilitas terbatas. “Oleh karenanya bantuan kompor, gas, selimut, dan tikar sangat dibutuhkan warga,” terangnya.

Warga yang hadir menerima bantuan menilai, meski sederhana, bantuan ini terasa nyata. Tempat tidur yang lebih nyaman, akan membuat anak-anak lebih tenang saat istirahat di malam hari.

Nazaruddin Fikri, menambahkan, pemerintah kota akan terus memantau perkembangan warga terdampak hingga mereka benar-benar kembali pulih seperti sedia kala. Penyaluran bantuan pasca bencana ini menjadi momentum penting bagi pemerintah kota membangun kembali kepercayaan publik.

 Baca Juga: PGRI NTB Galang Donasi Banjir Mataram, Terkumpul Rp 10 Juta untuk Bantu Pendidikan Anak dan Guru Terdampak

“Tidak hanya menanggulangi bencana secara fisik, tetapi juga hadir dalam pemulihan sosial dan psikologis warga,” terangnya.

Nazaruddin menyebut, bantuan ini memang kecil jika dilihat dari ukuran materi, namun besar dalam nilai kepedulian. Pemerintah hadir bukan hanya saat banjir, tetapi juga pasca bencana.

“Harapan kita, warga bisa kembali bangkit dan menata hidup lebih baik,” ujarnya.

Banjir besar pada 6 Juli 2025 memorak-porandakan bantaran Kali Ancar. Ratusan rumah terendam, belasan hanyut.

Sebelumnya, Perkim telah membangunkan warga Huntara sebagai pengganti tempat tinggal yang layak. Proses pembangunnya tidak mudah.

Kontur tanah rendah seperti di Pamotan harus diawali dengan membuat fondasi lebih dari satu meter. Akses jalan sempit membuat material diangkut manual.

“Memang berat, tapi ini demi keamanan dan kenyamanan warga,” tegasnya.

Pada 12 Agustus lalu, Wali Kota Mohan Roliskana meninjau langsung lokasi huntara Pamotan. Di antara deru mesin pemotong kayu dan ketukan palu, Mohan berjalan menyusuri lorong sempit antarbangunan.

“Progres pembangunan di sini lancar, bagus. Mungkin satu pekan ke depan sudah selesai,” kata Mohan saat itu.

SIMBOLIS: Mewakili Wali Kota Mataram Plt Kepala Pelaksana BPBD Ahmad Muzaki menyerahkan bantuan pada korban banjir Karang Jero dan Pamotan didampingi Kepala Dinas Perkim M Nazaruddin
SIMBOLIS: Mewakili Wali Kota Mataram Plt Kepala Pelaksana BPBD Ahmad Muzaki menyerahkan bantuan pada korban banjir Karang Jero dan Pamotan didampingi Kepala Dinas Perkim M Nazaruddin

Ia menegaskan, pemerintah tak hanya menyerahkan rumah, tetapi juga menyiapkan fasilitas pendukung: musala, posyandu, ruang pertemuan, taman, hingga penerangan jalan.

“Ya sesuai permintaan warga, nanti kita akan bangunkan pusat aktivitas bersama,” jelasnya. (zad/r9)

Editor : Siti Aeny Maryam
#Bantuan #Infrastruktur #korban #wali kota #Banjir